masthead sustainability report

Keberlanjutan

Pengelolaan hutan yang bertanggung jawab, adalah kunci dari operasional kami

 Bagikan  Email  Cetak

Laporan Penerapan Prinsip Keberlanjutan

Strengthening Impact: APRIL Group publishes 2025 Sustainability report
  • Tahun 2025 menandai titik tengah pelaksanaan agenda APRIL2030 sekaligus satu dekade sejak peluncuran Kebijakan Pengelolaan Hutan Berkelanjutan 2.0 (Sustainable Forest Management Policy SFMP 2.0)
  • Mendorong pencapaian target iklim dan operasional melalui peningkatan produktivitas hutan tanaman industri (HTI), perluasan kapasitas energi terbarukan, serta penurunan emisi dari penggunaan lahan.
  • Memperkuat agenda jangka panjang untuk pelestarian alam melalui kolaborasi strategis lima tahun dengan International Union for the Conservation of Nature (IUCN), penerapan strategi Thriving Nature, serta adopsi kerangka kerja Taskforce on Nature-related Financial Disclosures (TNFD).
  • Laporan ini juga menyoroti berbagai upaya di bidang konservasi dan pengembangan masyarakat, sekaligus menguraikan area prioritas untuk mempercepat pertumbuhan yang berkelanjutan.

APRIL Group meluncurkan Laporan Berkelanjutan 2025, bertepatan dengan pencapaian titik tengah perjalanan APRIL2030 serta satu dekade penerapan Kebijakan Pengelolaan Hutan Berkelanjutan 2.0 (SFMP 2.0).

Mengusung tema Strengthening Impact, Laporan Keberlanjutan tahun 2025 mencerminkan fase rekalibrasi dalam implementasi berbagai inisiatif perusahaan guna memastikan komitmen jangka panjang menghasilkan dampak yang terukur dan berbasis sains bagi iklim, alam, dan masyarakat.

Pencapaian utama sepanjang 2025 meliputi:

  • Mean Annual Increment (MAI), yaitu indikator produktivitas lahan yang dikelola, meningkat 13,8% dibandingkan tahun dasar 2019, mencapai 23,1 ton per hektare per tahun di hutan tanaman industri APRIL di Sumatra.
  • Kapasitas tenaga surya di kawasan operasional Pangkalan Kerinci meningkat menjadi 39,4 megawatt-peak (MWp). Target awal sebesar 25 MW yang ditetapkan untuk 2030 telah tercapai pada tahun 2024, dan kini APRIL semakin mendekati target baru sebesar 50 MW pada akhir dekade ini.
  • Emisi bersih dari penggunaan lahan terus menurun, dari 4,8 juta ton CO₂e pada 2019 menjadi 3,0 juta ton CO₂e pada 2025.
  • Mengalokasikan USD 14,8 juta untuk berbagai program konservasi, sehingga total investasi konservasi sejak 2020 mencapai USD 75 juta.
  • Program pengembangan masyarakat telah mendukung 445 rumah tangga di 77 desa dalam upaya mengatasi kemiskinan ekstrem. Selain itu, intervensi di 114 desa turut berkontribusi menurunkan prevalensi stunting pada balita di bawah 14% di Provinsi Riau.

Tahun 2025 juga menjadi momentum penting bagi penguatan agenda jangka panjang perusahaan di bidang keanekaragaman hayati dan pelestarian alam. Salah satunya adalah kolaborasi strategis lima tahun dengan International Union for the Conservation of Nature (IUCN), yang diumumkan pada IUCN World Conservation Congress di Abu Dhabi pada Oktober 2025. Kolaborasi ini bertujuan untuk memajukan konservasi dan solusi berbasis bukti dan data guna meningkatkan hasil konservasi keanekaragaman hayati di Indonesia maupun di tingkat global.

Pada kongres yang sama, APRIL meluncurkan strategi Thriving Nature, sebuah kerangka kerja berbasis sains yang menjadi panduan bagi investasi jangka panjang dalam konservasi keanekaragaman hayati dan peningkatan hasil di tingkat lanskap, dengan mengutamakan dampak yang terukur dan dapat diverifikasi.

Pada akhir 2025, APRIL secara resmi mengadopsi kerangka kerja Taskforce on Nature-related Financial Disclosures (TNFD). Langkah ini memperkuat metodologi perusahaan dalam mengidentifikasi dan melaporkan ketergantungan, risiko, serta peluang yang berkaitan dengan alam. APRIL juga berencana menerbitkan laporan khusus yang selaras dengan kerangka TNFD dalam waktu dekat.

Laporan ini juga memberikan gambaran yang transparan mengenai kondisi operasional perusahaan. Seiring pertumbuhan bisnis yang terus berlanjut, kebutuhan energi dan intensitas emisi secara keseluruhan turut meningkat, sehingga beberapa target internal APRIL2030 menjadi semakin menantang untuk dicapai.

Untuk menjawab tantangan tersebut, APRIL membentuk Mill Climate Positive and Sustainable Growth Working Group. Tim khusus ini bertugas untuk mendorong peningkatan efisiensi dan pengurangan emisi di empat area utama, yaitu jejak energi serta emisi, optimalisasi pemulihan bahan kimia, pengurangan limbah yang dikirim ke tempat pembuangan akhir (TPA), serta peningkatan efisiensi penggunaan air.

Laporan Keberlanjutan ini juga menyoroti upaya perusahaan untuk memperkuat keselamatan kerja sebagai prioritas utama di seluruh rantai pasok, dengan beralih dari pendekatan yang berfokus pada kepatuhan menjadi budaya kerja yang menempatkan keselamatan sebagai nilai tertinggi perusahaan.

APRIL juga terus mencatat kemajuan dalam mencapai target keberagaman, yaitu meningkatkan representasi perempuan hingga 20% dari total tenaga kerja, dengan fokus pada penguatan talenta di tingkat kepemimpinan. Saat ini, perempuan mencakup 18,9% dari total tenaga kerja dan 12,5% dari posisi kepemimpinan di operasional APRIL di Sumatra.

Target keberlanjutan APRIL yang ambisius harus tetap adaptif terhadap dinamika pasar dan konteks regional yang terus berkembang. Memperkuat dampak membutuhkan inovasi yang berkelanjutan, keterlibatan erat dengan para pemangku kepentingan, serta komitmen yang kuat dalam pelaksanaan operasional yang kuat pada tahun-tahun mendatang. Kami menyambut baik dialog yang berkelanjutan dengan para mitra dalam mewujudkan berbagai target bersama.

Baca Laporan Keberlanjutan 2025 selengkapnya di sini.

Catatan: TÜV SÜD Singapore telah memberikan penjaminan independen terbatas terhadap indikator pelaporan keberlanjutan APRIL2030 tertentu yang tercantum dalam laporan ini.

Klik di sini untuk melihat arsip Laporan Keberlanjutan APRIL.

 Bagikan  Email  Cetak