Media

Berita, pengumuman dan informasi terkini tentang Grup APRIL

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir meresmikan DIII Pulp dan Kertas di Indonesia

Bagi anak muda yang baru saja lulus kuliah, memulai karier di bidang yang sesuai dengan jurusan ketika kuliah merupakan salah satu pencapaian tersendiri. Tapi ternyata mencapai hal tersebut tidaklah mudah karena salah satu tantangan besar yang harus dihadapi oleh generasi muda di Indonesia hari ini adalah tidak tersedianya program studi yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Namun, tantangan tersebut mulai terjawab bagi generasi muda di Riau.

Menristekdikti Berfoto Bersama Manajemen APRIL, RAPP, Tanoto Foundation dan Mahasiswa Universitas Riau - APRIL

Kampanye Mengurangi Plastik di Indonesia

APRIL mendukung upaya mengurangi produk plastik sekali pakai di Indonesia dengan kampanye meminimalisasi penggunaan plastik di Kompleks RAPP, Pangkalan Kerinci, Riau.

Komplek RAPP merupakan tempat tinggal bagi ribuan staf perusahaan, termasuk fasilitas yang tersedia di kompleks tersebut seperti sarana olahraga, food court dan supermarket. Termasuk, Hotel Unigraha yang selama ini mengakomodasi tamu lokal maupun asing di area itu.

Pembagian tas kanvas untuk karyawan RAPP sebagai bagian dari kampanye mengurangi plastik sekali pakai

Dengan pemanasan global dan perubahan iklim yang meningkat, pemerintah Indonesia secara konsisten menegaskan pentingnya menanggulangi masalah ini.

Salah satu cara yang dilakukan pemerintah adalah melalui Program Kampung Iklim, yang mendorong masyarakat setempat untuk melakukan adaptasi perubahan iklim dan kegiatan mitigasi.

Kegiatan yang dilakukan diantaranya pengelolaan dan pembuangan limbah yang tepat, produksi biogas, pengomposan, reboisasi, dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

Rumah Bibit untuk para warga Kampung Iklim di Desa Gunung Sari

Ketika Robi Cahyadi masih menempuh studinya di pesantren, ia dihadapkan pada kenyataan harus menjadi tulang punggung keluarganya. Setelah lulus dari pesantren, ia memilih untuk membantu ibunya mengurus kedai ketimbang melanjutkan studinya ke tingkat perguruan tinggi.

Namun keadaan tersebut berubah ketika pada tahun 2004, ketika Robi mendapatkan informasi mengenai pekerjaan untuk pengadaan tenaga kerja dan transportasi  PT RAPP . Robi diminta untuk menjadi penyedia tenaga kerja dan transportasi untuk RAPP. Robi pun langsung membentuk badan usaha penyedia tenaga kerja, yang awalnya hanya memiliki pekerja sejumlah tiga orang.

Robi Cahyadi, salah satu mitra bina UKM PT RAPP

 Bagikan  Email  Cetak