Media

Berita, pengumuman dan informasi terkini tentang Grup APRIL

 Bagikan  Email  Cetak

Melawan stigma dan stereotip terhadap perempuan bukan hal baru bagi Rita Alim. Sejak awal berkarir, Deputy Director of External Relations APRIL Group ini terbiasa bekerja di lingkungan yang didominasi laki-laki sebelum menjadi sebelum menjadi salah satu senior management di industri pulp dan kertas Indonesia

Pengalaman ini dimulai sejak Rita mengeyam pendidikan jurusan Teknik Informatika di perguruan tinggi swasta di Surabaya. Di masa itu, belum banyak perempuan yang memilih studi teknik karena stereotip maskulinitas yang sangat kental. Uniknya, Rita tidak melihat hal ini sebagai masalah dan semakin aktif menjalani kehidupan, termasuk terpilih menjadi asisten dosen laboratorium saat itu.

“Saya selalu tanamkan sikap menjadi pintar itu tidak cukup, karena yang paling penting adalah bagaimana kita bisa beradaptasi dengan lingkungan dan kultur di sekitar kita dalam mencapai tujuan yang kita sasar,” tutur Rita.

Ke mana pun kita pergi, banyak orang mulai berolahraga dengan bersepeda. Harus ga sih kita ikutan? Temukan alasan kenapa kita harus bersepeda sekarang!

Di tengah pandemi COVID-19, sebagian besar masyarakat telah menemukan cara beradaptasi dengan kebiasaan baru, mulai dari meningkatkan kebugaran hingga menutrisi tubuh kita dengan berbagai makanan sehat.

Ya, pandemi menyadarkan kita bahwa kesehatan adalah prioritas utama dalam kehidupan kita sehari-hari. Tidak ada cara yang lebih baik untuk memperkuat sistem kekebalan kita selain dengan berolahraga secara rutin, makan teratur, tidur yang cukup, dan menjalani gaya hidup yang seimbang.

 

Kebiasaan ini sebetulnya bukan hal baru. Kesadaran untuk lebih peduli dengan kesehatan dan ramah lingkungan telah menjadi semacam gaya hidup di kalangan masyarakat perkotaan di Indonesia sejak pertengahan 2010-an, berkat kampanye kesehatan yang tiada henti yang diadakan oleh organisasi profit dan non-profit.

2020 adalah tahun yang menantang, namun tidak berarti semua yang terjadi di tahun lalu buruk, loh. Banyak pula kabar gembira dari dalam negeri yang membangkitkan optimisme kita.

Apa saja kabar baik tersebut?

Pertama, walaupun pertumbuhan ekonomi dunia tengah tertekan, perkembangan bisnis startup di Indonesia tetap moncer! Sampai akhir 2020, sudah ada enam startup karya anak bangsa dengan valuasi fantastis di atas US$1 miliar, yaitu Gojek, Traveloka, Tokopedia, Bukalapak, OVO, dan JD.id. Bahkan, jumlah unicorn di Indonesia masih lebih banyak daripada negara-negara lain di Asia Tenggara.

Kedua, meskipun kondisi pariwisata dunia melemah, Bali masih tetap menjadi destinasi favorit di Asia bagi para wisatawan mancanegara loh. Platform wisata TripAdvisor menempatkan Bali di posisi pertama sebagai tujuan wisata terbaik dari 25 daftar tujuan wisata popular di Asia.

Setiap musim kemarau tiba, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kerap terjadi di Indonesia khususnya kawasan yang berada di lahan gambut. Lahan gambut sendiri sering ditemui di berbagai lokasi, mulai dari area pertanian, perkebunan hingga perhutanan.

Sebetulnya, apa sih lahan gambut itu? 

Lahan gambut merupakan lahan basah yang terbentuk dari material organik yang membusuk dan mengendap di dalam tanah selama ribuan tahun. Nah, lahan gambut ini mengandung karbon dua kali lebih banyak dibandingkan dengan hutan tanah mineral di seluruh dunia lho. Artinya, jika kebakaran terjadi di aera ini, karbon ini akan terlepas ke udara dan dapat menjadi sumber utama emisi gas rumah kaca (GRK).

 Bagikan  Email  Cetak