Media

Berita, pengumuman dan informasi terkini tentang Grup APRIL

 Bagikan  Email  Cetak

2020 adalah tahun yang menantang, namun tidak berarti semua yang terjadi di tahun lalu buruk, loh. Banyak pula kabar gembira dari dalam negeri yang membangkitkan optimisme kita.

Apa saja kabar baik tersebut?

Pertama, walaupun pertumbuhan ekonomi dunia tengah tertekan, perkembangan bisnis startup di Indonesia tetap moncer! Sampai akhir 2020, sudah ada enam startup karya anak bangsa dengan valuasi fantastis di atas US$1 miliar, yaitu Gojek, Traveloka, Tokopedia, Bukalapak, OVO, dan JD.id. Bahkan, jumlah unicorn di Indonesia masih lebih banyak daripada negara-negara lain di Asia Tenggara.

Kedua, meskipun kondisi pariwisata dunia melemah, Bali masih tetap menjadi destinasi favorit di Asia bagi para wisatawan mancanegara loh. Platform wisata TripAdvisor menempatkan Bali di posisi pertama sebagai tujuan wisata terbaik dari 25 daftar tujuan wisata popular di Asia.

Setiap musim kemarau tiba, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kerap terjadi di Indonesia khususnya kawasan yang berada di lahan gambut. Lahan gambut sendiri sering ditemui di berbagai lokasi, mulai dari area pertanian, perkebunan hingga perhutanan.

Sebetulnya, apa sih lahan gambut itu? 

Lahan gambut merupakan lahan basah yang terbentuk dari material organik yang membusuk dan mengendap di dalam tanah selama ribuan tahun. Nah, lahan gambut ini mengandung karbon dua kali lebih banyak dibandingkan dengan hutan tanah mineral di seluruh dunia lho. Artinya, jika kebakaran terjadi di aera ini, karbon ini akan terlepas ke udara dan dapat menjadi sumber utama emisi gas rumah kaca (GRK).

Bagaimana proses pembuatan kertas? Pertanyaan tersebut mungkin tidak pernah terlintas di benak Anda. Padahal, mengetahui proses pembuatan kertas sangatlah penting bagi Anda agar dapat memilih produk kertas secara berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi lingkungan.

Proses Pembuatan Kertas PaperOne: Skema Proskusi Kertas PaperOne di Pangkalan Kerinci, Riau

Kertas masih memegang peran yang sangat penting bagi kehidupan kita sehari-hari, meski kian meningkatnya arus digitalisasi. Mulai dari tisu wajah hingga untuk kemasan belanjaan online Anda yang baru saja tiba, kita selalu membutuhkan kertas.

Sebetulnya, Iklim Positif itu apa sih?

Sederhananya, Iklim Positif adalah mengambil tindakan untuk menekan pembuangan gas rumah kaca dan sekaligus memangkas emisi yang dikeluarkan dari aktivitas sehari-hari.

APRIL Group

Tanpa kita sadari, kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari ternyata cukup konsumtif dan boros energi. Dari meninggalkan lampu menyala di kamar kosong, memakai sedotan untuk minum, membeli air minum dalam kemasan setiap hari, sampai tidak menghabiskan makanan. Semua itu ternyata memicu efek gas rumah kaca, loh.

 Bagikan  Email  Cetak