Media

Berita, pengumuman dan informasi terkini tentang Grup APRIL

 Bagikan  Email  Cetak

Dunia kehutanan sering kali dikaitkan dengan ‘dunianya laki-laki’. Kendati demikian, tak sedikit figur perempuan yang menunjukkan tajinya dengan menjadi pemimpin dan berprestasi pada bidang kehutanan di era modern ini.

Salah satunya ialah Dian Novarina, Deputy Director of Sustainability & Stakeholder Engagement Grup APRIL. Tak hanya dikenal sebagai pemimpin di bidang relasi bisnis dan sustainability Grup APRIL, Dian juga dikenal sebagai praktisi yang aktif berkontribusi di sektor kehutanan nasional.

Di APRIL, Ibu dari dua anak perempuan ini bertanggung jawab dalam membina hubungan baik antara perusahaan dengan pemangku kepentingan sektor kehutanan, seperti dengan akademisi, asosiasi professional, lembaga swadaya masyarakat (LSM) hingga institusi pemerintah yang berkaitan dengan penelitian dan pengembangan. Menggiatkan program kolaborasi yang efektif, melakukan kajian penelitian bersama hingga memberikan dukungan terhadap berjalannya program strategis merupakan beberapa upaya yang dilakukan dibawah kepemimpinan Dian dalam menjaga hubungan baik dengan pemangku kepentingan.

Komitmen Grup APRIL dalam mendukung pelestarian lingkungan melalui pengurangan sampah plastik sekali pakai telah menjejaki skala global.

Pada tahun 2019, Grup APRIL sukses menginisiasi gerakan internal bertajuk #PlasticFreeChallenge yang berhasil memotivasi sekitar 200 orang karyawan di kantor Jakarta untuk mengurangi penggunaan 2.400 sampah plastik sekali pakai.

Gerakan internal ini bahkan telah dimulai sejak tahun 2018 di wilayah operasional Grup APRIL lainnya di Indonesia yakni kompleks Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) yang bertempat di Pangkalan Kerinci, Riau.

Bagi banyak wanita Indonesia, Raden Ajeng Kartini adalah sosok inspiratif sekaligus simbol emansipasi. Mengenang sosok Kartini adalah mengenang keberaniannya. Bagi Kartini, tidak ada yang lebih penting bagi perempuan selain memiliki keberanian.

Keberanian adalah modal yang akan membantu wanita Indonesia melewati banyak tantangan, memanfaatkan berbagai peluang, serta melakukan hal sulit untuk membantu lebih banyak orang.

Tahun ini, di tengah pandemi yang menjadi fenomena global, sosok Kartini muda berumur 27 tahun menunjukkan keberanian dan tekad kuat untuk melawan ketakutan, demi berkontribusi nyata dalam menghadapi krisis.

Anak-anak sekolah bisa saja terkurung di dalam rumah karena pandemik global COVID-19, tapi hal tersebut tidak menyurutkan semangat dari siswa Sekolah Mutiara Harapan (SMH) untuk hadir di kelas. Belajar di kelas berbasis daring (online class).

Kelas Online dimulai pada awal minggu, SMH memastikan bahwa 580 siswanya yang berusia 4 sampai 17 tahun siswanya tetap mendapatkan pendidikan.

“Bisa dibilang pada kelas online yang saya lakukan, siswa-siswa saya sangat senang bisa bertemu dengan teman-teman mereka secara online. Mereka saling menyemangati dan saling bergurau. dan itu membuat pengalaman belajar cara baru ini cukup berkesan,”ujar Cheryl Wevell, guru seni SD Mutiara Harapan.

 Bagikan  Email  Cetak