Media

Berita, pengumuman dan informasi terkini tentang Grup APRIL

 Bagikan  Email  Cetak

Dalam rangka merayakan ulang tahun pertama APRIL2030, Grup APRIL mengumumkan pencapaian dalam mempercepat aksi pencegahan perubahan iklim melalui komitmen terhadap keberlanjutan.

Kesepakatan global terbaru dalam pencegahan perubahan iklim, Pakta Iklim Glasgow, tercapai dalam COP26 di Glasgow pada November 2021. Konferensi Tingkat Tinggi Perubahan Iklim PBB/ Conference of Parties (COP) menjadi penting, ketika lebih dari 100 pemimpin dunia meninjau ulang komitmen mitigasi iklim yang sebelumnya disepakati di Persetujuan Paris 2015. Negara yang hadir diminta untuk ikut menjaga tingkat pemanasan global agar tetap berada “di bawah” 2 derajat Celcius untuk mencegah bencana perubahan iklim.

Apa hasil COP26?

Para pemimpin yang hadir menyepakati pengurangan emisi karbon dioksida dan gas rumah kaca yang menyebabkan perubahan iklim. Hasil lain dari pertemuan itu adalah rencana mengurangi penggunaan batu bara, kesepakatan meningkatkan bantuan moneter bagi negara berkembang untuk mengatasi dampak perubahan iklim dan membantu peralihan ke energi bersih. Selain itu, pertemuan tersebut menyepakati skema mengurangi emisi gas metana sebesar 30% pada 2030. Para pemimpin dari lebih dari 100 negara yang sekitar 85% wilayahnya memiliki hutan juga sepakat untuk menghentikan penggundulan hutan pada 2030.

Melalui komitmen ini, sangat jelas bahwa perubahan iklim bukanlah permasalahan yang dapat diselesaikan sendiri. Oleh karena itu, bisnis harus beroperasi tanpa menimbulkan dampak negatif terhadap masyarakat dan lingkungan. Hal yang lebih lebih penting, bisnis harus memiliki strategi nyata dan berkelanjutan untuk menjamin keseimbangan antara keuntungan dan kelestarian bumi.

Selain itu, pemerintah harus melibatkan sektor swasta mengingat adaptasi dan investasi untuk mengatasi perubahan iklim merupakan hal yang sangat penting. Perusahan swasta memiliki sumber daya keuangan, kemampuan teknis, kemampuan menggandakan berbagai upaya yang dilakukan pemerintah, serta dapat berperan penting dalam mempercepat aksi iklim melalui pengurangan karbon dari kegiatan operasional atau mengembangkan teknologi inovatif untuk mencegah emisi gas rumah kaca.

Masa depan berkelanjutan

Komitmen satu dasawarsa menuju keberlanjutan dapat ditemukan di APRIL2030. Pada November 2020, APRIL Group mengumumkan komitmen APRIL2030, yang memiliki empat pilar utama, yaitu Iklim Positif, Lanskap yang Berkembang, Kemajuan Inklusif, dan Pertumbuhan Berkelanjutan.

Dengan sasaran konkret, berbatas waktu, dan berbasis sains, APRIL2030 adalah salah satu komitmen pertama yang dibuat perusahaan Indonesia dalam berbagai sektor untuk mencapai emisi nol bersih dari penggunaan lahan. Seperti halnya Pakta Iklim Glasglow, sasaran APRIL2030 akan membuat APRIL Group menjadi lebih berkelanjutan dan sirkular pada 2030.

Lucita Jasmin, Direktur Sustainability & External Affairs Grup APRIL, mengungkapkan pencapaian komitmen APRIL2030 selama setahun terakhir. Dalam sambutannya di “Laporan Kemajuan APRIL2030”, Lucita menyampaikan berbagai pencapaian perusahaan dalam membangun kemitraan baru, memperkuat kemitraan yang ada, memajukan berbagai prakarsa strategis, dan membangun di landasan yang sudah ada.

Melalui kemitraan dengan SMERU, APRIL Group telah menyelesaikan analisis awal untuk mengatasi kemiskinan dan meningkatkan gizi untuk mengurangi stunting pada anak-anak. APRIL juga bekerja sama dengan kewirausahaan sosial,Tani Foundation untuk melaksanakan prakarsa peningkatan kemampuan dengan menghubungkan petani nanas ke platform digital Tanihub dan menyediakan cara bagi petani untuk menjual produk mereka secara online.

APRIL juga telah memulai proyek percontohan konservasi berbasis masyarakat melalui kemitraan dengan lima desa di lahan gambut, dengan berbekal cerita sukses yang telah dibangun melalui Program Desa Bebas Api (FFVP). Luas wilayah konservasi berkisar antara 1.000-5.000 hektar, proyek tersebut juga memberikan kesempatan dalam menciptakan mata pencarian untuk memastikan kelayakan ekonomi dan mengurangi tekanan pada lanskap.

Selain itu, Eco-Camp telah mulai beroperasi sebagai bagian program Restorasi Ekosistem Riau, termasuk laboratorium penelitian untuk mendukung penelitian lahan gambut.

Beberapa prakarsa utama lain yakni telah dimulainya pemasangan panel surya berkapasitas 20 megawatt di kompleks perusahaan di Pangkalan Kerinci, Provinsi Riau. Pada tahap pertama, panel surya berdaya 1 megawatt telah dipasang dan mampu menyediakan listrik untuk 500 rumah. Pada tahap kedua, panel surya berdaya 4 megawatt akan dipasang di lingkungan pabrik.

Bus listrik juga hadir untuk mendukung penurunan emisi karbon dari perjalanan karyawan menuju pabrik. Perusahaan juga telah mencapai target pemulihan untuk penggunaan bahan kimia dalam proses produksinya. Terakhir, namun yang terpenting, penggunaan air juga berhasil ditekan, dan perusahaan kini menggunakan sludge sebagai pengganti bahan bakar.

Semua langkah yang ditempuh APRIL Group dalam satu tahun terakhir membuktikan bahwa ada banyak cara untuk mengembangkan kerangka kerja berkelanjutan yang bermanfaat bagi masyarakat, lingkungan, serta perusahaan itu sendiri. Peran dan tanggung jawab perusahaan dalam mewujudkan strategi bisnis berkelanjutan sangat penting untuk mempercepat pencegahan perubahan iklim dan menjaga pemanasan global di bawah 2 derajat Celcius.

Baca selengkapnya mengenai komitmen APRIL terhadap keberlanjutan serta kemajuan yang telah dicapai perusahaan pulp dan kertas sejak peluncuran APRIL2030 di sini.

Artikel Lainnya

Helmi, Dari Pembakar Lahan Menjadi Pelin...
Helmi, Dari Pembakar Lahan Menjadi Pelin... Musibah kebakaran yang menimpa Helmi pada tahun 2008 silam, telah mengajarkannya banyak hal. Kebakaran tersebut diakibatkan oleh ulah Helmi yang membuka lahan d...
Kisah Itsna, Perempuan Pertama yang Mera...
Kisah Itsna, Perempuan Pertama yang Mera... Bagi kebanyakan perempuan Indonesia, memilih jalan hidup sebagai seorang wanita karir bukanlah pilihan yang mudah. Terlebih lagi ketika mereka memilih bekerja d...
Mengenal Warisan Melayu, Dari Tanjak Mel...
Mengenal Warisan Melayu, Dari Tanjak Mel... Bicara tentang warisan budaya Melayu, pastilah mata akan tertuju pada Provinsi Riau yang menjadi rumah bagi sejarah dan kebudayaan Melayu di Indonesia. Provinsi...
 Bagikan  Email  Cetak