Media

Berita, pengumuman dan informasi terkini tentang Grup APRIL

 Bagikan  Email  Cetak

Sebagai bagian dari upaya dalam mengurangi kebakaran hutan dan pembakaran lahan di sekitar wilayah konsesi, kelompok usaha APRIL menggagas program 'Desa Bebas Api' atau Fire Free Village Program (FFVP), yang dimulai pada tahun 2015. APRIL memberikan penghargaan kepada desa-desa partisipan yang tidak melakukan praktik pembakaran untuk membersihkan lahan. Namun, penghargaan tersebut bukanlah satu-satunya yang ditonjolkan dalam Program Desa Bebas Api ini.

Pertama-tama, pihak APRIL mengidentifikasi daerah rawan kebakaran hutan, lalu memilih desa-desa yang tepat untuk berpartisipasi dalam Program Desa Bebas Api. "Kami telah mengembangkan landscape risk map dan fire risk map sejak awal 2015," jelas Craig Tibolet, Strategic Fire dan Fire Protection Manager APRIL Group.

Dia menambahkan bahwa timnya memasukkan elemen-elemen mengenai risiko kebakaran, lalu memasukannya ke dalam sistem informasi geografis atau Geographic Information System untuk menghasilkan peta risiko kebakaran yang berguna sebagai titik awal dalam menentukan area yang beresiko terjadi kebakaran hutan.

"Kami menentukan elemen-elemen yang dapat menyebabkan kebakaran hutan, baik yang berisiko tinggi ataupun rendah. Itulah langkah pertama kami untuk memberi gambaran mengenai awal terjadinya kebakaran. Kami juga berdiskusi dengan para eksekutif dan melaporkan area-area risiko ekstrim, penyebab kebakaran, dan mengusulkan program pencegahan yang bisa dilakukan," lanjutnya.

Tribolet mengatakan timnya memperbarui peta risiko kebakaran setiap enam bulan sekali. Peta tersebut merupakan alat strategis untuk menentukan desa mana yang akan dilibatkan dalam Program Desa Bebas Api. Dengan melihat peta lanskap, APRIL Group, melalui anak perusahaannya PT Riau Andalan Pulp & Paper (RAPP), memilih sembilan desa untuk berpartisipasi dalam Program Desa Bebas Api. Desa-desa tersebut adalah:

  1. Pelalawan
  2. Sering
  3. Kuala Tolam
  4. Kuala Panduk
  5. Petodaan
  6. Teluk Binjai
  7. Teluk Meranti
  8. Pulau Muda
  9. Segamai

Program Desa Bebas Api dikembangkan berdasarkan lima filosofi, yaitu:

  1. Penghargaan Desa Bebas Api
  2. APRIL akan memberikan penghargaan kepada desa-desa yang berhasil mencegah kebakaran. Penghargaan tersebut diberikan dalam bentuk pembangunan infrastruktur desa senilai Rp 100 juta. Jika desa tersebut tidak 100% berhasil mencegah kebakaran, desa tersebut masih bisa mendapatkan penghargaan setengah nilai tersebut, namun berdasarkan tinjauan atas usaha mereka yang dilakukan oleh komite independen.
  3. Bantuan Pertanian Berkelanjutan
  4. APRIL akan memberikan bantuan peralatan pertanian untuk membantu masyarakat setempat membuka lahan tanpa melakukan pembakaran hutan, selama legalitas lahannya jelas.
  5. Kru Pemimpin Desa
  6. Perusahaan juga memberdayakan seseorang dari setiap desa untuk menjadi pemimpin kru atau crew leader. Crew leader bertugas secara aktif mengkampanyekan praktik bebas bakar kepada masyarakat setempat. Kegiatan tersebut pun dilakukan dengan dukungan dari kepala desa dan institusi pemerintah daerah. Pemimpin kru akan mengumpulkan dan mensinergikan beragam upaya untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan di desanya.
  7. Komunitas Sadar Api
  8. APRIL menargetkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya kebakaran hutan, lahan, maupun bahaya kabut asap untuk kesehatan.
  9. Pemantauan Kualitas Udara
  10. APRIL mengembangkan sistem pemantauan kabut asap terpadu, berdasarkan data yang diperoleh di lapangan dan penggunaan peralatan canggih.
 Bagikan  Email  Cetak