masthead sustainability sac

Keberlanjutan

Pengelolaan hutan yang bertanggung jawab, adalah kunci dari operasional kami

Tentang SAC

Para anggota Komite Penasihat Pemangku Kepentingan adalah:

Ida Bagus Putera Parthama
Co-Chair

Ida Bagus Putera Parthama, Co-Chair
 

Rodney Taylor
Co-Chair

Rodney Taylor
 

Dr Neil Byron
Anggota SAC

Dr Neil Byron, Member of SAC
 

Putera menghabiskan seluruh karir profesionalnya di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Beberapa posisi yang pernah diembannya adalah Dirjen Sumber Daya Air dan Hutan Lindung (2018 – 2019), Plt Dirjen Perubahan Iklim (April – Juli 2018), dan Dirjen Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (2015 – 2018). Sebelumnya, beliau adalah Penasihat Senior Bidang Perekonomian dan Perdagangan Internasional untuk Kementerian Kehutanan (2012-2014). Sebagian besar pengabdiannya selama lebih dari 35 tahun berada di Badan Penelitian dan Pengembangan (Badan Litbang Kehutanan) Kementerian Kehutanan, sejak 1983 hingga 2012. Beliau pensiun pada tahun 2019, dan saat ini menjabat sebagai Ketua Pelaksana Forum Daerah Aliran Sungai Indonesia, sebuah forum independen nasional advokasi pengelolaan daerah aliran sunagi (DAS) yang berkelanjutan. Putera memperoleh gelar Sarjana Kehutanan dari Universitas Gadjah Mada, Indonesia pada tahun 1983 dan gelar MS dan PhD dari Michigan State University, Amerika Serikat, masing-masing pada tahun 1990 dan 1995.

Rodney Taylor adalah pakar senior di sektor kehutanan dengan pengalaman multi-negara di dua LSM internasional. Beliau memiliki keahlian dalam tanggung jawab sosial perusahaan, sertifikasi komoditas, penggunaan lahan, kehutanan, dan pembangunan berkelanjutan.

Sejak Oktober 2017, beliau menjabat sebagai Direktur Program Hutan Global dari World Resources Institute (WRI), yang bertanggung jawab untuk mengawasi kepemimpinan, pengelolaan, penjangkauan, dan penggalangan dana program secara keseluruhan. Sebelumnya, beliau adalah Direktur Program Hutan Global World Wildlife Fund (WWF) dari 2007 hingga 2016.

Rodney juga memegang posisi di High Conservation Value Resource (HCV) Network sebagai Co-Chair sejak 2014 dan Steering Group Member di Accountability Framework Initiative sejak 2017. Beliau menjadi Co-Chair organisasi Forests Dialogue antara 2009-2015 dan Pemimpin Redaksi Living Forest Report.

Rodney meraih gelar Magister Hukum Lingkungan dari Australian National University dan Sarjana Seni/Sarjana Hukum dari Macquarie University. Beliau diterima sebagai pengacara di Mahkamah Agung New South Wales, Australia, pada tahun 1982. Lima tahun kemudian, pada tahun 1987, beliau diterima sebagai pengacara di Pengadilan Nasional Papua Nugini.

Neil bergabung dengan Stakeholder Advisory Committee (SAC) pada bulan Januari 2016. Dalam sebagian besar karirnya, beliau aktif dalam bidang perhutanan tropis, termasuk manajemen proyek dengan FAO dan UNDP di Bangladesh (1982-1984), Proyek Kehutanan Masyarakat Australia Nepal (1986- 1991) dan pernah menjabat sebagai Asisten Direktur Jenderal di Centre for International Forestry Research (CIFOR) (1993-1998) bertempat di Indonesia.

Sejak tahun 1980, Neil memberikan konsultasi internasional dalam rancangan dan evaluasi proyek kehutanan, khususnya pada kehutanan di bidang sosial dan kemasyarakatan. Beliau merupakan Komisaris yang bertanggung jawab untuk bidang lingkungan, pertanian dan isu-isu pengelolaan sumber daya alam di Komisi Australia Produktivitas (Australian Productivity Commission) dari tahun 1998 hingga 2010.

Neil merupakan seorang Asisten Profesor (Adjunct Professor) bidang Ekonomi Lingkungan di Australian National University dan University of Canberra. Pada tahun 2014-2015 beliau memimpin sebuah kajian independen tentang Legislasi Keanekaragaman Hayati di New South Wales yang menghasilkan dibuatnya draft tentang Undang-Undang Konservasi Keanekaragaman Hayati (Biodiversity Conservation Act) yang baru.

Saat ini beliau menjabat sebagai Direktur non-eksekutif dari Aluvium Holdings Ltd, Institute of Foresters of Australia serta Earthwatch Institute Australia, dan beliau juga pernah menjadi Direktur non-eksekutif dari sebuah perusahaan kehutanan perkebunan bersertifikat FSC di Selandia Baru selama 4 tahun.

Neil meraih gelar Bachelor of Science dalam bidang Kehutanan di Australian National University, Canberra dan menerima gelar Masters of Economics dan PhD di University of British Colombia, Vancouver.

Jeffrey Arthur Sayer
Anggota SAC

Jeffrey Arthur Sayer, Member of SAC
 

Bastien Sachet
Anggota SAC

Bastien Sachet, Member of SAC
 

Dr Dinna Prapto Raharja
Anggota SAC

Dr Dinna Prapto Raharja, Member of SAC
 
PROFESSOR OF FOREST CONSERVATION DI UNIVERSITAS BRITISH COLUMBIA

Jeffrey Arthur Sayer adalah seorang ahli di bidang ekologi dan di sepanjang karirnya telah bekerja sebagai seorang peneliti maupun manajer program, sebagian besar di antarmuka antara penelitian dan pengelolaan sumber daya alam praktis.

Saat ini, beliau adalah Professor of Forest Conservation di Universitas British Columbia.

Beliau pernah bekerja untuk Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) dan organisasi internasional yang bergerak dalam bidang konservasi International Union for Conservation of Nature (IUCN) dan merupakan seorang Penasihat Senior untuk Bidang Lingkungan di Bank Dunia. Beliau adalah CEO dari Center for International Forestry Research (CIFOR) pada tahun 1993 hingga 2001 dan beliau juga bekerja sebagai Senior Associate and Science Advisor untuk WWF Internasional dari 2001 sampai sekarang. Beliau memegang jabatan ketua Konservasi Alam Internasional (International Nature Conservation) di Universitas Utrecht di Belanda.

Beliau mendirikan Direktur Jenderal Pusat Penelitian Kehutanan Internasional di Indonesia dan sekarang beliau merupakan Anggota Senior (Senior Fellow) dari International Union for the Conservation of Nature.

Jeffrey merupakan anggota dari Dewan Sains dan Kemitraan (Science and Partnership Council) dari Consultative Group for International Agricultural Research dan telah menulis berbagai artikel dalam peer reviewed journals dan sejumlah buku tentang topik sumber daya alam. Beliau mengajar program Magister di Universitas Utrecht dan telah menjadi dosen tamu di berbagai universitas di Belanda, Inggris, Amerika Serikat dan beberapa negara laina. Jeffrey kerap diundang sebagai pembicara di berbagai pertemuan ilmiah dan konservasi di banyak negara dan menjadi pembicara utama/pembicara kunci di berbagai konferensi internasional dan untuk topik-topik hutan atau lingkungan.

Bastien Sachet menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) Earthworm Foundation sejak Januari 2016. Ia memulai kariernya di Earthworm Foundation sebagai member manager sebelum kemudian menjabat sebagai direktur pada tahun 2011. Latar belakang serta pengalamannya di bidang bisnis dan pertanian selaras dengan peran Earthworm Foundation dalam menjembatani dunia usaha dan lingkungan. Ia turut berperan dalam pengembangan strategi kelapa sawit Earthworm Foundation, termasuk memimpin tim di Prancis, Swiss, dan Afrika, serta meluncurkan program Rurality yang berfokus pada pemberdayaan petani kecil. Pada tahun 2018, ia juga meluncurkan inisiatif Living Soils yang bertujuan untuk mendorong praktik pertanian regeneratif dan meningkatkan kesehatan tanah.

Sebelum bergabung dengan Earthworm Foundation pada tahun 2006, Bastien bekerja di Brasil, Australia, Inggris, dan Argentina. Di sana, ia memimpin tim produk dan penjualan di sektor logistik bersama Hamburg-Sud serta di sektor agribisnis bersama Roullier Group.

Pada tahun 2000, Bastien meraih gelar sarjana di bidang teknik pertanian dari Institut National Agronomique Paris-Grignon (AgroParisTech). Ia kemudian melanjutkan pendidikan pascasarjana di bidang pemasaran dan strategi di University of Paris IX Dauphine.

Dr. Dinna Prapto Raharja adalah penasihat senior di bidang kebijakan publik dan Lektor Kepala Hubungan Internasional di Universitas Bina Nusantara. Ia telah memperoleh sertifikasi dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, serta merupakan akademisi dengan jejaring internasional yang luas dan pengalaman dalam mewakili Indonesia dalam berbagai inisiatif diplomatik. Dr. Dinna juga telah mempublikasikan berbagai penelitian di bidang politik kesehatan, ketenagakerjaan, jaminan sosial, dan hak asasi manusia.

Beberapa peran penting yang pernah dijalankannya antara lain mewakili Indonesia dalam negosiasi hak asasi manusia di ASEAN Intergovernmental Commission on Human Rights (2016–2018), menjadi anggota Tim Ahli dan Ketua Bidang Pencegahan dan Perlindungan Pekerja Migran di Negara Tujuan (November 2020–Desember 2021), serta memimpin Penilaian Nasional untuk Paritrana Award yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan bersama BPJS Ketenagakerjaan. Ia juga pernah menjadi anggota panel seleksi Dewan Jaminan Sosial Nasional (2019–2024) serta memimpin Kelompok Kerja Kesehatan, Ketenagakerjaan, dan Kependudukan dalam tim transisi Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla pada tahun 2014.

Dr. Dinna meraih gelar sarjana ilmu politik dari Universitas Indonesia serta gelar magister dan doktor dari Ohio State University, Amerika Serikat, melalui beasiswa penuh. Publikasi media dan ilmiahnya dapat ditemukan dengan nama Dinna Wisnu maupun dengan nama yang digunakan saat ini.

Dr. Fahmuddin Agus
Anggota SAC

Dr. Fahmuddin Agus
 

Dr. Fahmuddin Agus adalah seorang pakar tanah senior di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dengan keahlian dalam pengelolaan lahan gambut dan lahan kering, adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, serta inventarisasi emisi gas rumah kaca (GRK).

Sepanjang kariernya, ia berfokus pada pengembangan praktik pertanian berkelanjutan serta penguatan landasan ilmiah untuk mendukung adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, khususnya di sektor pertanian dan kehutanan. Sebagian besar penelitiannya dilakukan melalui kolaborasi internasional untuk menjawab tantangan pengelolaan lahan dan lingkungan di Indonesia maupun secara global.

Sejak 1984 hingga 2022, Dr. Fahmuddin menjabat sebagai peneliti di Balai Penelitian Tanah, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian. Ia diangkat sebagai Peneliti Utama pada tahun 2008 dan Profesor Riset pada tahun 2012.

Ia berperan aktif dalam berbagai inisiatif ilmiah serta pengembangan kebijakan di tingkat nasional dan internasional, termasuk sebagai anggota Kelompok Ahli Gambut Independen (Independent Peat Expert Working Group/IPEWG) pada 2020 hingga 2025, serta dalam program pengelolaan gambut yang bekerja sama dengan berbagai universitas dan lembaga, termasuk CIFOR-ICRAF. Ia juga merupakan anggota Task Force on National Greenhouse Gas Inventories IPCC pada periode 2015 hingga 2023 (periode Assessment Report ke-6).

Dr. Fahmuddin menempuh pendidikan ilmu tanah di Universitas Andalas, Indonesia, serta meraih gelar magister dan doktor di bidang ilmu tanah dari North Carolina State University, Amerika Serikat.

 Bagikan  Email  Cetak