Media

Berita, pengumuman dan informasi terkini tentang Grup APRIL

 Bagikan  Email  Cetak

Grup APRIL – PT RAPP memberikan perhatian khusus kepada pendidikan anak-anak karyawan maupun anak-anak di sekitar lokasi dimana APRIL beroperasi. Sebuah yayasan pendidikan dibawah naungan grup APRIL didirikan khusus untuk mengatur jalannya 3 Sekolah : Global Andalan dan Taruna Andalan yang menggunakan kurikulum nasional, dan Sekolahn Mutiara Harapan (SMH) yang menggabungkan kurikurulum nasional dan International Baccalaureate (IB), SMH bahkan merupakan satu-satunya sekolah berstandar IB di Riau. Sekolah –sekolah binaan PT RAPP ini bahkan sudah berakreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional (BAN). Prestasi cemerlang sekolah bisa diraih tentunya berkat guru-guru yang bersemangat dan menginspirasi.

APRIL Teachers

Kami mengangkat profil 6 guru muda yang mengajar di sekolah-sekolah binaan RAPP. Mereka bercerita mengapa memiilih mengajar sebagai karir dan bagaimana mereka menjawab tantangan mengajar generasi Alfa.



APRIL Teachers

Silvany

Guru Mandarin SD-SMA di Sekolah Mutiara Harapan

“Saya terisnpirasi menjadi guru karena kecintaaan saya kepada anak-anak, melihat wajah anak-anak saya merasa harus melakukan sesuatu untuk mencerdaskan mereka agar mereka menjadi generasi yang ikut membangun bangsa. Tantangan yang saya hadapi dalam mengajarkan bahasa Mandarin adalah rendahnya minat anak-anak untuk belajar bahasa Mandarin, padahal bahasa Mandarin merupakan bahasa internasional ke -2 setelah bahasa inggris. Guru-guru yang mengajarkan pelajaran ini harus kreatif dan inovatif dalam proses belajar mengajar agar anak-anak tertarik untuk mempelajari bahasa mandarin. Saya bangga menjadi guru, saya akan tetap mengajar selama saya masih diperlukan”.

 

Ibrahim Said

Guru Geografi di SMA Plus Taruna Andalan

“Saya merupakan lulusan S1 Pendidikan Geografi, lalu melanjutkan kuliah S2 Ilmu Geografi di Universitas Gajah Mada. Saya mengajar di Taruna Andalan sejak Januari 2017. Mengajar memang sudah menjadi cita-cita saya sejak lama, bagi saya menjadi guru itu Keren. Di sekolah dulu saya selalu dekat dengan guru-guru saya karena menurut saya mereka itu sangat keren dan menginspirasi. Mengajar generasi Alfa memang sangat menantang, anak-anak ini lebih sensitif perasaannya. Stategi saya dalam mengajar adalah keterbukaan dan kejujuran, tak mengapa jika mereka kesulitan mengerjakan tugas asal mereka terbuka kepada saya mengenai alasannya sehingga saya bisa membantu mereka. Saya akan mengajar sampai saya tidak sanggup lagi mengajar, mengajar bagi saya adalah belajar”

APRIL Teacher

APRIL Teacher

Esra Palentina Samosir

Guru SD Global Andalan di Estate Cerenti

“Saya sudah mengajar sejak tahun 2015, sekarang saya merupakan guru kelas 6 SD. Menjadi guru merupakan panggilan jiwa “passion” saya. Saya lebih suka mengajar di luar kelas, apalagi sekolah kami adalah sekolah alam, anak-anak senang sekali belajar langsung di alam terbuka. Mengajar anak kelas 6 merupakan tantangan tersendiri, anak-anak ini sedang tahap mencari jati peralihan dari anak-anak menjadi remaja, agar bisa memahami mereka saya harus memasuki dunia mereka, mengetahui apa yang sedang viral bagi mereka. Justru Saya banyak belajar tentang Kpop dan Tiktok dari mereka. Walau mengajar di lokasi terpencil di estate Cerenti namun saya tidak berhenti meningkatkan kapasitas diri saya agar saya bisa memberi lebih banyak kepada murid-murid saya. Saya mengikuti sayembara menulis pada tahun 2018, bersyukur karena saya meraih Juara 1 dalam Sayembara Tulisan Inspiratif Bersama Kuark. Guru juga tidak boleh berhenti belajar”.


Fitria Rasmita Manurung

Guru SD kelas 5 Sekolah Mutiara Harapan

“Pengalaman pertama saya mengajar adalah di Sekolah Mutiara Harapan pada tahun 2011, tepat setelah saya lulus kuliah. Saya tamatan S1 Biologi dari Universitas Sumatera Utara (USU) dan awalnya tidak berkeinginan untuk mengajar. Namun saat pertama kali mendapat pengalalaman mengajar TK di Sekolah Mutiara Harapan saya tahu kalau saya akan seterusnya menggeluti profesi ini karena saya menyukai anak-anak dan dunia mengajar. Saya akan tetap megajar anak-anak didik saya sampai waktu yang tak terhingga, sampai saya tidak sanggup lagi seperti motto hidup saya”.

APRIL Teacher

APRIL Teacher

Budi Jailani

Guru SD Global Andalan di estate Ukui

“Sebelum mengajar di sekolah RAPP, saya dahulu menjadi tenaga pengajar secara sukarela kepada anak jalanan. Andai dipilihkan profesi lain pun saya tetap akan mengajar karena itu adalah panggilan jiwa saya. Saat mengajar anak-anak didik saya menempatkan diri sebagai orangtua mereka. Belajar dari sosok ayah saya yang merupakan guru kehidupan terbaik bagi saya, saya ingin seperti itu bagi anak-anak didik saya. Tantangan mengajar di sekolah di estate tentu berbeda dengan mengajar di sekolah di kota, keterbatasan fasilitas menjadikan anak-anak di estate Ukui misalnya lebih tangguh dalam hal life skills. Seusai sekolah saya juga mengajar seni tari tradisional di sekolah. Menari dan mengajar merupakan kata yang mewakili diri saya”.


Ponila Libowo

Guru Kelas 4 di SD Taruna Andalan

“Saya lulusan dari Sekolah Tinggi Bahasa Asing di Medan, sudah mengajar selama 16 tahun. Awalnya saya tidak tertarik mengajar, namun karena seusai kuliah saya perlu bekerja akhirnya saya melamar menjadi guru. Namun seriring dengan waktu saya sangat menikmati menjadi guru, saya jadi dikenal dimana-mana, ada saja anak murid yang menyapa saya. Walau tidak punya basic mengajar namun yayasan Citra Kasih seklalu memberikan pelatihan-pelatihan startegi mengajar kepada staf pengajar. Yang paling menyenangkan bagi saya saat mengajar adalah melihat wajah-majah murid saya seperti melihat masa depan indonesia, saya harus memberikan yang terbaik untuk mereka. Anak-anak murid zaman sekarang memang cenderung tidak segan kepada gurunya, Guru zaman now harus memiliki wibawa agar anak-anak murid segan, karena profesi guru merupakan profesi yang mulia”.

APRIL Teacher
 Bagikan  Email  Cetak