Media

Berita, pengumuman dan informasi terkini tentang Grup APRIL

 Bagikan  Email  Cetak

Yuk hemat sampah!

Setiap tahun, Indonesia menghasilkan 64 juta ton sampah. Jumlah ini sangat mengkhawatirkan, apalagi bila pengelolaan sampah tidak efektif dan malah berpotensi mencemari lingkungan.

Memang, kita tidak bisa menghindari sampah. Sampah atau limbah adalah produk sisa yang dihasilkan dari aktivitas tertentu hingga kegiatan konsumsi. Sektor pertanian menghasilkan limbah, begitu juga dengan kehidupan sehari-hari kita dari sisa dapur hingga botol shampo. Tanpa kita sadari, sampah dapat mempengaruhi lingkungan maupun kesehatan kita.

Dengan setengah dari penduduk Indonesia saat ini tinggal di daerah perkotaan, tidak mengherankan jika sebuah kota dapat menghasilkan sekitar 105.000 ton sampah per hari. Hal ini diperparah oleh kenyataan bahwa tempat pembuangan sampah akhir (TPA) dan tempat penimbunan sampah yang menggunakan sistem terbuka adalah metode pembuangan limbah padat yang paling banyak dilakukan di negara ini.

Jika tidak ditangani dengan baik, sampah akan mengeluarkan gas metana. Tumpukan sampah terbuka yang dibakar akan melepaskan karbon dioksida yang akan menyumbang perubahan iklim.

Kurangi sampah, Gunakan Kembali, Daur Ulang

Jadi, bagaimana kita bisa menjadi bagian dari solusi pengurangan sampah?

Kita bisa mulai dari lingkungan rumah. Mulailah dengan mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan oleh rumah tangga kita, seperti mengurangi pembelian makanan dengan kemasan; menghindari kantong plastik sekali pakai; membuat kompos dari sampah dapur; dan membuang limbah berbahaya secara bertanggung jawab. Gunakan kembali dan olah barang-barang agar bisa digunakan kembali jika memungkinkan – dengan berbagai kreasi yang dapat dikembangkan.

Memilah sampah ke dalam kelompok sampah yang dapat terurai dan sampah tidak dapat terurai merupakan strategi efektif untuk mengurangi jumlah sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TAP). Dengan memisahkan sampah basah dari sampah kering, kita juga membantu mengurangi beban tempat pembuangan sampah kita. Dari rumah tangga hingga bisnis, kita semua harus bisa mengelola sampah secara lebih bijak.

Bagaimanapun, perubahan hanya bisa terjadi secara kolektif; dan keberhasilan kita dalam mendorong perubahan tersebut akan berdampak pada masa depan bumi ini karena kita turut mendukung upaya pemerintah dalam Nationally Determined Contributions (NDC) untuk mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 29 persen dengan usaha sendiri pada 2030.

Manufaktur yang Bertanggung Jawab

Dari sisi bisnis, produsen pulp dan kertas berkelanjutan APRIL group memiliki komitmen serius untuk selalu menerapkan aspek keberlanjutan dalam kegiatan usahanya.

Sebagai perusahaan yang bertanggung jawab, APRIL menempatkan pertumbuhan yang berkelanjutan sebagai asas utama di seluruh kegiatan operasionalnya. Untuk menghadapi tantangan 10 tahun kedepan, perusahaan terus meningkatkan standar kepemimpinan, inovasi, dan pengembangan yang berkelanjutan.

Tujuan ini sejalan dengan komitmen APRIL2030 yang akan berkontribusi pada iklim, alam dan masyarakat sembari tumbuh menjadi perusahaan yang berkelanjutan pada 2030.

Salah satu target perusahaan adalah meningkatkan efisiensi dan sirkularitas penggunaan material guna mencapai pemulihan bahan-bahan kimia hingga 98% dan pengolahan dengan pemakaian air yang lebih sedikit per ton produk hingga 25%.

Selain itu,perusahaan juga berkomitmen untuk mengurangi limbah padat yang dibuang ke tempat pembuangan akhir hingga 80%. Upaya-upaya ini merupakan langkah yang diambil perusahaan untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Dengan menerapkan prinsip-prinsip berkelanjutan sebagai bagian dari strategi pertumbuhan perusahaan, artinya juga memiliki kemampuan untuk menghasilkan perubahan pada tingkat individu. Di kompleks RAPP APRIL di Riau, hotel, sekolah, dan toko serba ada didorong untuk menerapkan praktik pembuangan limbah bertanggung jawab dengan mengikuti panduan sederhana, seperti menyediakan teko air di kamar dan menyediakan kantong belanja yang dapat digunakan kembali. Selain itu, perusahaan secara aktif mendorong karyawan untuk membuat pilihan sadar lingkungan di kantor dan di rumah melalui program-program seperti Kampanye bebas plastik dan tantangan #HabiskanMakananmu

Artikel Lainnya

Pariwisata Setelah Pandemi : Wisata yang...
Pariwisata Setelah Pandemi : Wisata yang... Pandemi telah menghantam pariwisata global. Kini saatnya kita menghidupkan kembali industri pariwisata agar tetap bisa tumbuh secara berkelanjutan. Masih jela...
Indra Gunawan, Transformasi Seorang Buru...
Indra Gunawan, Transformasi Seorang Buru... Menjalani profesi sebagai seorang buruh lepas di pelabuhan selama bertahun-tahun, membuat Indra Gunawan merasa tak ada perkembangan dalam hidupnya. Selain karen...
Cerita Anak Karyawan RAPP yang Meneruska...
Cerita Anak Karyawan RAPP yang Meneruska... Sebagai perusahaan besar yang bergerak di bidang produksi kertas, PT Riau Andalan Pulp and Paper atau RAPP merupakan salah satu perusahaan idaman para pencari k...
 Bagikan  Email  Cetak