Media

Berita, pengumuman dan informasi terkini tentang Grup APRIL

 Bagikan  Email  Cetak

Sustainable Development Goals (SDGs) merupakan program yang difokuskan tidak hanya untuk Indonesia, namun merupakan sebuah agenda global, yang dimana para anak muda dari berbagai negara turut berkontribusi secara kolektif untuk mencapai tujuan tersebut.

Hal ini diungkapkan oleh Galuh Widyastuti, 20, yang terpilih mewakili Indonesia dalam konferensi YES4SDG Youth Summit yang digelar di Bangkok, Thailand pada 10-14 Oktober 2017.

Galuh merupakan mahasiswa tahun kedua yang kini tengah berkuliah Universitas Indonesia. Semenjak bulan April lalu, gadis yang berasal dari Salatiga, Jawa Tengah ini terpilih sebagai duta untuk The Fascinating World of Forestry (TFWoF) dengan menyandang gelar Climate Ambassador.

TFWoF adalah sebuah program pendidikan yang diinisiasi oleh Grup APRIL, yang bertujuan untuk mengedukasi para pelajar agar tumbuh rasa kepedulian terhadap lingkungan, hutan, sistem keberlanjutan dan usaha pengembangan masyarakat.

Sebagai duta TFWoF, Galuh bertugas untuk membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya edukasi di bidang industri kehutanan. Hal tersebut dapat dilakukan dengan berpartisipasi dalam program TFWoF, Kegiatan Expo, maupun melalui media sosial.

Galuh menjadi salah satu dari 100 orang generasi muda yang berusia 18-25 tahun dan berasal dari berbagai negara yang turut berpartisipasi dalam konferensi YES4SDG Summit yang digelar di Gedung PBB Bangkok. Mereka menyuarakan gagasan dan saran bagaimana cara mengatasi permasalahan utama SDGs.

Menurut Galuh, penting bagi generasi muda untuk berpartisipasi dalam konferensi semacam ini, karena akan membangun pandangan yang lebih luas dan perspektif baru secara global.

"Menurut saya, konferensi ini membuat kita sadar bahwa kita bukan hanya warga negara Indonesia, tapi juga merupakan warga global,” ujar Galuh.

Mahasiswa jurusan ilmu kesehatan masyarakat ini juga menyampaikan bahwa upaya untuk mengatasi SDGs merupakan permasalahan bersama.

"Untuk mencapai SDGs, dibutuhkan kerjasama dari berbagai pihak, karena ini bukan hanya masalah masing-masing individu, masyarakat, ataupun negara. Ini adalah masalah bersama dan kita harus menyelesaikannya bersama-sama juga,” lanjutnya.

Galuh menambahkan, "melalui konferensi ini juga, kita dapat memperluas koneksi dan jaringan profesional kita, dan juga menambah ruang lingkup pertemanan," imbuhnya.

Selama konferensi berlangsung, para delegasi diberikan kesempatan untuk mengunjungi berbagai tempat menarik di Bangkok, seperti Wat Arun, beberapa institusi perguruan tinggi, Asia-Pacific Development Center on Disability, dan Southeast Asian Fisheries Development Center.

"Itu adalah pengalaman yang mengasyikkan dan sangat berkesan. Saya bisa bertemu dengan teman baru, dan mendapatkan pengetahuan tentang budaya baru dan berbagai sudut pandang. Segala hal yang saya alami dalam perjalanan tersebut sangat unik dan menarik," ujar Galuh.

Selain itu, Galuh berhasil mendapatkan predikat "Delegasi Terbaik" oleh panitia penyelenggara YES4SDG Youth Summit karena mengusulkan sebuah ide untuk sistem pengelolaan limbah yang akan diterapkan di Indonesia.

"Bagi saya pribadi, yang menjadi fokus utama saya adalah lingkungan, maka dari itu saya mengusulkan ide untuk membuat sistem pembuangan limbah yang sangat relevan dan dibutuhkan di Indonesia," kata Galuh, sambil ia menambahkan bahwa idenya tersebut mendukung SDGs poin ke-13.

Galuh berpendapat bahwa generasi muda punya kekuatan dan potensi yang besar untuk menjadi pemimpin dunia di masa depan. Ditambah lagi generasi muda sangat kreatif dalam membuat gagasan yang bisa mengatasi SDGs.

"Saya pikir generasi muda dapat berkontribusi dalam semua aspek SDGs, walaupun mungkin bagi mereka akan lebih mudah untuk berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang berkelanjutan, kesetaraan gender, dan mengentaskan kemiskinan dan kelaparan," kata Galuh.

Berkaitan dengan SDGs, Galuh juga sangat mengapresiasi APRIL Group dalam keikutsertaannya membantu mengatasi permasalahan SDGs di Indonesia.

"Saya sangat berterima kasih kepada APRIL karena sangat mendukung SDGs dan generasi muda di Indonesia. Pada dasarnya, banyak sekali orang yang memiliki niat baik, tapi mereka banyak juga keterbatasan yang mereka hadapi, seperti minimnya fasilitas dan dukungan. Dan APRIL di sini bersedia membantu,” ujar Galuh.

Galuh juga menceritakan dirinya pernah berkunjung ke daerah operasional APRIL di Pangkalan Kerinci, Riau untuk menyaksikan secara langsung APRIL dalam penerapan praktik-praktik terbaik secara berkelanjutan.

"APRIL tidak hanya menerapkan praktik berkelanjutan dalam proses produksinya, APRIL juga menjalankan program pengembangan masyarakat yang baik seperti program pelatihan bagi petani untuk mengelola perkebunan mereka dengan cara yang lebih baik, dan melatih ibu rumah tangga di Riau untuk menjadi pengrajin batik. APRIL membantu masyarakat untuk menjadi pribadi yang lebih mandiri, dan menurut saya ini sangat bagus, karena bantuan ini turut menyukseskan sebagian besar poin yang menjadi masalah di SDGs," kata Galuh.

Kedepannya Galuh berharap agar semua ide yang diajukannya selama konferensi tersebut akan membuahkan hasil, dan dapat diimplementasikan mencapai SDGs.

"Saya juga sangat ingin menginspirasi banyak orang karena saya percaya bahwa setiap orang memiliki potensi untuk melakukan sesuatu demi tercapainya SDGs,” tutupnya.

 Bagikan  Email  Cetak