Media

Berita, pengumuman dan informasi terkini tentang Grup APRIL

 Bagikan  Email  Cetak

“Menyerah” merupakan sebuah kata yang tidak pernah ada di kamus hidup seorang Tukiman. Keterbatasan fisik yang ia alami semenjak kecil, tak menyurutkan semangatnya untuk bisa hidup dan berkarya seperti orang lain.

Dengan berbekal keahlian mekanik yang ia dapatkan dari sebuah pelatihan, Tukiman memberanikan diri membuka bengkel sepeda motor yang diberi nama Man Service di Desa Gabung Makmur, Kecamatan Kerinci Kanan, Kabupaten Siak, Riau.

“Memang dari kecil keadaan saya sudah seperti ini. Tapi saya tidak mau dikasihani sama orang lain,” kata Tukiman. “Karena kondisi saya yang seperti ini, saya tidak bisa mendapatkan pekerjaan seperti orang lain. Maka dari itu saya ingin membuka bengkel sendiri,” Tukiman melanjutkan.

Tukiman membuka usaha bengkelnya sekitar 20 tahun yang lalu, tepat setelah ia memutuskan untuk merantau ke Riau untuk mengikuti program transmigrasi yang dicanangkan pemerintah. Dalam menjalankan usaha bengkelnya, pria kelahiran Banyuwangi ini dibantu oleh anaknya.

“Kegiatan sehari-hari saya bengkel biasanya memperbaiki motor, mengelas, menyetel ban dan pelek. Walaupun keadaan saya begini, tapi semua masalah soal sepeda motor bisa saya perbaiki,” tuturnya dengan semangat.

Awalnya Kabupaten Siak merupakan daerah yang sangat sepi. Namun seiring dengan berkembangnya berbagai macam industri di Kabupaten Siak, membuat pengguna motor pun bertambah semakin banyak. Bengkel motor milik Tukiman pun menjadi fasilitas yang penting bagi masyarakat sekitar.

"Semenjak Kabupaten Siak semakin tumbuh dan berkembang, bengkel saya jadi lebih sering melayani servis motor, mulai dari yang ringan seperti ganti oli sampai berat atau bongkar mesin," kata pria 61 tahun itu.

Tukiman bercerita, paling tidak dalam sehari, ada sekitar 4-5 pengguna motor yang datang ke bengkel Man Service untuk memperbaiki motornya. Dari bengkelnya tersebut, Tukiman meraup omzet sekitar Rp 1 juta perhari.

“Penghasilan kotor bengkel ini sebulan bisa mencapai 30 juta. Uang tersebut tentunya saya putarkan kembali untuk kepentingan bengkel kedepannya,” ujar Tukiman.

Meskipun demikian, banyak juga kisah duka yang kerap Tukiman alami ketika menjalankan usaha bengkelnya ini. Mulai dari diremehkan oleh orang-orang, hingga ditipu oleh pelanggan.

“Awalnya mereka (pelanggan bengkel) bilang kalau nanti akan membayar, namun hingga sampai sekarang mereka belum juga melunasi biaya servisnya. Saya juga tidak bisa apa apa, tunggu kesadaran mereka saja,” ujar Tukiman.

 

Dukungan RAPP Kepada Bengkel Man Service

Berkembangnya bengkel motor milik Tukiman juga tidak terlepas dari bantuan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP). Tukiman mendapat bantuan dana dari RAPP sebesar 5 juta rupiah tiap satu periode (sekitar 10 – 12 bulan). Bantuan tersebut diberikan kepada setiap Unit Usaha Kecil dan Menengah yang berada di kawasan operasional PT RAPP sebagai bentuk program pengembangan masyarakat (community development) untuk mengembangkan Unit Usaha Kecil dan Menengah.

Dana bantuan tersebut Tukiman gunakan untuk membeli barang-barang yang dibutuhkan bengkelnya, seperti perkakas dan suku cadang motor yang harganya cukup mahal. Sebelumnya bengkel Man Service kerap kekurangan suku cadang motor. Namun kini hal tersebut tidak lagi terjadi, Tukiman bahkan mampu menyimpan stok untuk kebutuhan mendadak atau untuk memenuhi permintaan dari bengkel lain.

"Berkat bantuan dan pembinaan yang diberikan RAPP, kini saya memiliki banyak peralatan dan perkakas di bengkel saya. Total dana bantuan yang sudah saya dapatkan sejak 2015 sampai sekarang itu Rp15 juta,” kata Tukiman.

Selain itu, dari usaha bengkelnya tersebut, Tukiman kini telah berhasil membeli rumah yang kini ia gunakan sebagai bengkelnya.

“Sebelumnya saya di sini hanya mengontrak. Alhamdulillah sekarang saya sudah mampu membeli rumah ini,” ujar Tukiman.

Tukiman percaya, apa yang telah ia capai hingga saat ini adalah buah dari segala kerja kerasnya.

“Kuncinya adalah disiplin, jujur, dan terus bekerja keras. Insya Allah selalu ada jalan keluar,” ujar Tukiman.

Selain Tukiman, saat ini ada total 73 unit usaha yang diberikan bantuan dana bergulir RAPP yang tersebar di lima kabupaten yaitu Pelalawan, Siak, Kepulauan Meranti, Kuantan Singingi, dan Kampar. Melalui program Community Development, RAPP senantiasa untuk selalu tumbuh dan berkembang bersama masyarakat.

 Bagikan  Email  Cetak