Media

Berita, pengumuman dan informasi terkini tentang Grup APRIL

 Bagikan  Email  Cetak

Mungkin sebelumnya tidak ada yang pernah menyangka, seorang remaja dari daerah terpencil mampu meraih mimpinya untuk mengenyam pendidikan tinggi dan memberikan kontribusinya bagi perkembangan teknologi negeri ini.

Hal tersebut berhasil dilakukan oleh Efendi, seorang pria asal Pulau Padang, sebuah pulau terpencil yang berada di kawasan Kepulauan Meranti, Riau, Indonesia. Efendi merupakan pelajar pertama asal Pulau Padang yang menerima beasiswa dari Grup APRIL.

“Saya awalnya tidak menyangka bisa sampai di tahap ini, karena sebelumnya tidak pernah ada pelajar dari Pulau Padang yang menerima beasiswa dari APRIL,” kata Efendi.

Terlebih lagi, Efendi berasal dari keluarga yang perekonomiannya rendah, semakin mengubur impian Efendi untuk bisa merasakan bangku kuliah. Keluarga Efendi juga sempat mengalami masa sulit ketika ayahnya terpaksa harus “dirumahkan” dari pekerjaannya.

Mulanya, Ayah Efendi bekerja untuk perusahaan tambang minyak di Pulau Padang. Namun karena perusahaan tersebut berhenti beroperasi, Ayah Efendi pun kehilangan pekerjaannya.

“Setelah saya lulus SMA, saya bertanya kepada orang tua saya, apakah mereka memiliki dana untuk saya melanjutkan kuliah. Namun sayangnya mereka tidak memiliki uang,"

Untuk membantu perekonomian keluarganya, Efendi bahkan sempat bekerja serabutan di sebuah bengkel motor. Namun berkat beasiswa yang ia terima dari Grup APRIL, Efendi berhasil menimba ilmu di Institut Pertanian Stiper Yogyakarta dan telah lulus dengan predikat cumlaude.

“Awalnya saya diberitahu oleh kepala sekolah bahwa Grup APRIL menawarkan beasiswa untuk kuliah di sebuah institusi pendidikan tinggi di Yogyakarta,” Efendi bercerita. “Perusahaan akan menanggung semua biayanya, termasuk akomodasi dan uang saku,” lanjut Efendi.

Setelah lulus dari Instiper Yogyakarta, kini Efendi bekerja di divisi Research and Development Grup APRIL. Efendi bertanggung jawab untuk meneliti dan memastikan pengelolaan perkebunan Grup APRIL berjalan sesuai sistem keberlanjutan.

 

“Tugas saya adalah melakukan penelitian untuk mempelajari nutrisi yang ada di dalam tanah perkebunan perusahaan. Hasilnya nanti dianalisis di laboratorium,” kata Efendi. “Selain mengumpulkan sampel tanah, saya juga meneliti daun dan mendata diameter pohon,” lanjutnya.

Kesuksesan Efendi bersama Grup APRIL telah menginspirasi para pelajar di Pulau Padang untuk mengikuti jejaknya. Padahal awalnya masyarakat Pulau Padang sempat menolak kehadiran Grup APRIL di pulau tersebut.

Efendi menceritakan, dirinya sempat dicemooh masyarakat sekitar ketika mengikuti proses seleksi beasiswa tahun 2011. Namun ia tak patah arang, ia tetap melanjutkan proses seleksi tersebut. Orang tuanya juga tetap memberikan dukungan kepada Efendi, agar ia bisa mendapatkan beasiswa tersebut.

“Bahkan keluarga saya sempat mendapatkan sanksi sosial dari masyarakat. Ketika keluarga saya mengadakan acara syukuran, banyak dari masyarakat Pulau Padang yang tidak mau berpartisipasi,” kata Efendi.

Namun, setelah melihat keberhasilan Efendi, pandangan masyarakat Pulau Padang akhirnya berubah 180 derajat. Yang awalnya mereka menolak dan mencemooh, kini malah memuji dan menjadikan Efendi sebagai contoh.

“Sekarang semua telah berubah, mereka bahkan bertanya kepada saya, bagaimana cara agar anak-anak mereka bisa mendapatkan beasiswa dari Grup APRIL,” kata Efendi.

Kini Efendi telah berhasil membuktikan keberhasilannya kepada seluruh masyarakat Pulau Padang. Selain itu ia juga ingin membuktikan kepada masyarakat di luar Pulau Padang, meskipun dirinya berasal dari daerah terpencil, namun dengan intelejensianya, bisa sejajar dengan pemuda yang berasal dari kota besar.

“Terimakasih APRIL, karena akhirnya saya dapat membuktikan bahwa orang dari Pulau Padang juga bisa menjadi seorang peneliti ,” tutup Efendi.

 Bagikan  Email  Cetak