Media

Berita, pengumuman dan informasi terkini tentang Grup APRIL

 Bagikan  Email  Cetak

 

Menjadi seorang forester bukanlah pekerjaan yang mudah, apalagi bagi seorang perempuan. Saat ini, tidak banyak perempuan yang tertarik atau bahkan mencapai sukses dalam bidang ini. Tapi, hal ini justru menjadi tantangan bagi seorang Kristine Sitompul.

Kristine berhasil membuktikan kemampuannya dalam menjadi seorang forester. Bahkan, dia menjadi perempuan pertama yang menjabat sebagai Manager in Charge di Kerinci Central Nursery 2, milik APRIL.

Perjalanan Kristine hingga mampu menjabat sebagai seorang manager di nursery cukup panjang dan penuh tantangan. Setelah lulus dari Fakultas Kehutanan di Institut Pertanian Bogor, Kristine memutuskan bergabung dengan APRIL melalui program Management Trainee. Uniknya, dia menjadi satu-satunya perempuan di angkatannya.

Bergabung dan bekerja di lingkungan industri yang di dominasi laki-laki bukanlah pilihan yang mudah. Namun ia tetap menjalani pekerjaannya dengan senang hati, karena ia mendapatkan dukungan penuh dari keluarganya.

"Sejak kecil, orang tua saya mendidik agar bisa hidup mandiri dan  bertanggung jawab dengan segala keputusan yang saya ambil," ujar Kristine.

Segala keputusan Kristine pun terbayar. Sekarang, Kristine dipercaya untuk menjabat sebagai  manager yang membawahi 220 pekerja yang memproduksi 24 juta bibit pertahunnya. Bibit-bibit tersebut nantinya akan ditanam di area konsesi hutan tanaman industri (HTI) milik APRIL.

Banyak tantangan yang harus di hadapi perempuan kelahiran 36 tahun silam ini ketika menjalankan pekerjaannya. Namun hal tersebut tak lantas membuat Kristine menyerah. Ia tetap bekerja keras untuk membuktikan bahwa dirinya mampu menjalankan tanggungjawab sebagai seorang manager.

“Walaupun banyak halangan yang harus hadapi, saya harus tetap bisa membuktikan bahwa saat ini saya bisa mengemban tanggung jawab ini", ucap Kristine.

Berada di posisi yang memiliki banyak bawahan tidak membuat Kristine menjadi jumawa. Sebagai seorang pemimpin, ia tetap rendah hati dan tidak otoriter. Kristine lebih memilih untuk memberikan contoh kepada bawahannya dibanding harus menyuruh atau memberikan instruksi ketika bekerja.

"Saya lebih memilih memimpin dengan memberikan contoh kepada bawahan saya, jadi mereka juga akan percaya diri mengikuti apa yang saya inginkan," ujar Kristine

Penilaian positif pun berdatangan dari rekan-rekan kerja Kristine. Salah satunya Dwi Maryanti, yang bertugas sebagai Nursery Superintendent. Menurut Dwi, Kristine adalah perempuan tangguh yang mampu mengelola nursery ini dengan sangat baik.

“Kristine memiliki dedikasi yang tinggi dalam mengelola nursery ini. Sebagai seorang memimpin ia juga mampu memberikan contoh yang baik kepada para pekerjanya,” ujar Dwi.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Claudinei Quinto, yang menjabat sebagai Nursery Operational Manager. Claudinei mengungkapkan, Kristine mampu membangun hubungan yang baik antar pekerja. Selain itu, Kristine juga dianggap sebagai seorang perempuan yang memiliki jiwa kepemimpinan.

“Kristine selalu memberikan contoh yang baik kepada para pekerja yang ada di nursery. Dengan gaya kepemimpinannya yang seperti itu, Ia mampu membangun hubungan di antara seluruh pekerja,” ujar Claudinei.

Kristine juga tak pernah lelah untuk terus belajar dan menggali potensi yang ada. APRIL pun memberikan kesempatan kepada Kristine untuk melakukan studi banding ke Brazil untuk mengasah skillnya. Di Brazil Kristine mempelajari bagaimana menghasilkan bibit dengan kualitas terbaik.

“Itu adalah perjalanan yang luar biasa," katanya. "Sejak saya mengunjungi Brasil, pandangan saya tentang kehutanan sekarang menjadi lebih luas. Ada banyak perbaikan yang bisa kita lakukan. Ada banyak inovasi yang bisa kita lakukan di sini. Saya sangat beruntung", ucap Kristine.

Kristine pun telah menjadi panutan bagi banyak orang berkat terobosannya. Ia pun percaya semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk bisa sukses dengan menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

"Setiap perempuan bisa menjadi orang sukses, jangan takut dan tetap fokus, itulah kunci untuk mencapai kesuksesan. Jika anda memiliki kompetensi dan anda bisa mengasahnya, maka keberhasilan akan datang kepada anda", ujar Kristine

 Bagikan  Email  Cetak