- Detail
Pada tahun 2016, setelah melalui proses konsultasi panjang dengan beberapa LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), APRIL menerapkan mekanisme pengaduan dan menerbitkan Prosedur Pengadaan Keluhan. Prosedur Penanganan Keluhan ini menawarkan jalan transparan bagi para pemangku kepentingan eksternal—khususnya masyarakat lokal—untuk menyampaikan keluh kesah mereka terkait kegiatan APRIL juga para pemasok bahan bakunya.

Mekanisme pengaduan adalah unsur penting dalam proses pelibatan pemangku kepentingan di setiap perusahaan. Adanya mekanisme pengaduan memudahkan perusahaan untuk terus mengikutsertakan pemangku kepentingan dalam pengambilan keputusan, sekaligus membuktikan bahwa perusahaan selalu menganggap penting setiap keluhan dan terus berusaha mencari jalan keluar bersama. Proses ini menciptakan rasa saling percaya antara perusahaan dan pemangku kepentingan, di samping memperkuat lisensi sosial untuk beroperasi.
- Detail
Saya percaya bahwa pada saat perusahaan sangat serius dalam membuat suatu perubahan, maka mereka harus melakukan perubahan tersebut tidak hanya diluar namun harus juga melakukan perubahan positif tersebut di dalam perusahaan. Kemudian, saya diberikan kesempatan untuk membantu meluncurkan sebuah kampanye yang dapat mengubah perilaku para karyawan di kantor RGE Jakarta.

Dengan dukungan manajemen, tim kecil sustainability bekerjasama untuk membuat inisiatif dalam meningkatkan kesadaran karyawan akan isu penggunaan plastik sekali pakai.
- Detail
Mendukung tumbuh kembang dan perlindungan anak sudah menjadi kewajiban bersama. Tidak hanya pemerintah dan masyarakat, tetapi juga dunia usaha atau perusahaan. Perusahaan berinteraksi dengan anak, memberikan dampak baik langsung maupun tidak langsung.
Kompleks PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) yang merupakan bagian dari Asia Pacific Resources International Holdings (APRIL) Grup saat ini menyediakan fasilitas-fasilitas yang mendukung perkembangan anak, diantaranya sekolah dari tingkat kelompok bermain hingga sekolah menengah atas baik berstandar nasional dan internasional, yakni Sekolah Global Andalan, Mutiara Harapan dan Taruna Andalan. Selain itu, anak-anak karyawan juga diberikan beasiswa melalui Beasiswa Sayap Garuda.

- Detail
Kegiatan kita sehari-hari tidak terlepas dari satu hal: sampah. Laporan terbaru menyebutkan bahwa Indonesia menghasilkan 175.000 ton sampah tiap hari dan angka yang mengkhawatirkan ini mengakibatkan pengaruh buruk terhadap kehidupan, khususnya lingkungan.
Diantara sampah tersebut, sampah plastik menjadi yang paling banyak mencuri perhatian. Data Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Indonesia sedikitnya memproduksi sampah plastik 64 juta ton per tahun. Sebanyak 3,2 juta ton di antaranya merupakan sampah plastik yang dibuang ke laut.
Dalam beberapa studi, Indonesia bahkan disebut sebagai penyumbang limbah plastik ke lautan terbesar kedua di dunia, di belakang China. Kondisi ini tentu saja mengkhawatirkan untuk kelangsungan lingkungan dan kita selaku makhluk hidup.
Pasalnya, limbah plastik di lautan dapat menjadi racun bagi para spesies laut, yang pada akhirnya akan mengurangi populasi spesies laut. Tak hanya itu, sampah plastik juga berdampak negatif pada kadar oksigen yang dihasilkan bakteri yang berada di lautan yang selama ini bekontribusi 10% oksigen global loh.
Beranjak dari fakta tersebut, Grup APRIL semakin menggencarkan kampanye pengurangan penggunaan plastik sekali pakai di lingkungan operasionalnya.

Selengkapnya: Bahaya Limbah Plastik & Solusinya Melalui Plastic Free Challenge


