Media

Berita, pengumuman dan informasi terkini tentang Grup APRIL

 Bagikan  Email  Cetak

Meratanya pendidikan yang berkualitas untuk seluruh masyarakat adalah salah satu Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang dicanangkan oleh PBB. Hal ini tercantum dalam poin keempat SGDs, yang berusaha memastikan setiap orang dapat mengenyam pendidikan wajib belajar 9 tahun di tahun 2030.

Syahzidah Afdilla Lubis, sempat putus asa tatkala dihadapkan pada kenyataan bahwa dirinya tidak bisa melanjutkan pendidikannya ke tingkat Sekolah Menegah Atas (SMA). Syahzidah berasal dari keluarga yang kurang mampu sehingga bagi dia dan keluarga, pendidikan adalah sebuah kemewahan.

Syahzidah memutuskan untuk bekerja sebagai seorang petugas kebersihan di PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) untuk membantu perekonomian keluarga. Namun, Syahzidah menyimpan keinginan yang besar untuk dapat melanjutkan pendidikannya.

Kabar gembira menghampiri Syahzidah ketika manajemen RAPP membuka program Kelompok Belajar Paket B dan C untuk para karyawannya. Melalui program ini Syahzidah berkesempatan mengikuti kegiatan belajar non formal, yang dilaksanakan 2-3 kali dalam seminggu.

Para peserta program ini akan mengikuti ujian kesetaraan yang diselenggarakan dua kali dalam setahun. Setiap peserta yang lulus berhak memiliki sertifikat (ijazah) yang setara dengan pendidikan formalnya, Paket B untuk Sekolah Menengah Pertama dan Paket C Sekolah Menengah Atas.

''Saya sangat antusias ingin belajar untuk memperoleh ijazah setara dengan SMA. Lewat kesempatan yang dibuka PT RAPP ini, saya akan ingin menyia-nyiakannya dan akan belajar bersungguh-sungguh,

“Untungnya saya bisa membagi waktu untuk tetap bisa bekerja dan belajar. Senin sampai Jumat saya bekerja, dan akhir pekan saya sekolah,'' ujar Syahzidah.

Setelah mengikuti program ini, ia ingin sekali melanjutkan ke jenjang lebih tinggi, yakni ke perguruan tinggi. Sebab, dengan ia juga ingin karirnya meningkat selama bekerja di PT RAPP.

''Saya ingin meningkatkan karir dan memperbaiki perekonomian saya dan keluarga. Dengan ini saya bisa membantu adik saya untuk bersekolah. Bagi saya, umur tak menjadi masalah untuk kembali bersekolah,'' ujarnya.

Kesempatan yang sama juga dirasakan oleh Tarifman Laia. Kondisi ekonomi membuat Tariman tidak bisa menuntaskan pendidikannya di tingkat SMP. Untuk membiayai hidupnya, ia pun harus bekerja sebagai buruh harian di pembibitan Kerinci Central Nursery (KCN) milik RAPP. Dengan adanya program Kelompok Belajar Paket B yang diadakan oleh RAPP, Tarifman bisa mewujudkan cita-citanya untuk memiliki ijazah yang diakui.

"Saya bersama 13 orang teman saya sangat bersyukur didukung oleh PT RAPP untuk bisa memiliki ijazah, jadi saya tidak lagi memberatkan orang tua,” kata Tarifman.

“Setelah ini saya juga ingin ikut paket C, selanjutnya saya ingin kuliah untuk mengubah nasib saya jadi lebih baik,” lanjutnya.

Bey Soo Khiang selaku Vice Chairman RGE Group, yang merupakan induk perusahaan dari PT RAPP (APRIL Grup) mengatakan, kunci utama untuk meningkatkan kualitas masyarakat di negara adalah pendidikan, maka dari itu RAPP akan terus mendukung para karyawannya untuk bisa terus sekolah.

Ia juga mengatakan, setiap manusia punya kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensinya, tidak hanya siswa, tetapi juga para karyawan. Dasar itulah yang membuat perusahaan pulp dan kertas ini mendukung para karyawannya dan masyarakat sekitar untuk belajar kembali.

''Tidak masalah setua apapun kita, yang penting kita memiliki niat untuk mengembangkan diri. Perusahaan menyediakan fasilitas yang mendukung,” ujar Bey Soo Khiang.

“Setelah lulus dari program penyetaraan tersebut, mereka juga bisa melanjutkan ke Akademi Teknologi Pulp dan Kertas (ATPK-red) atau Institut Pertanian Stiper (Instiper),” paparnya.

 Bagikan  Email  Cetak