Media

Berita, pengumuman dan informasi terkini tentang Grup APRIL

 Bagikan  Email  Cetak

Di umurnya yang baru menginjak 27 tahun, Maggie Vency Maretha telah sukses meniti karirnya. Ia menjadi peneliti termuda di divisi Research and Development Grup APRIL.

Tak hanya di situ saja, Maggie juga memiliki prestasi lain, yaitu dengan menjadi salah satu karyawan termuda yang pernah menerima beasiswa dari perusahaan untuk melanjutkan studinya ke luar negeri.

Ketika pertama kali bergabung dengan Grup APRIL, usia Maggie baru menginjak 23 tahun, tepat setelah ia lulus dari Universitas Surabaya dengan gelar Sarjana Bioteknologi pada tahun 2014.

 

Maggie memiliki impian untuk bisa menempuh studi di luar negeri, dan ia tahu perusahaan tempatnya bekerja bisa mewujudkan mimpinya tersebut. Tak butuh waktu lama baginya, setelah 1,5 tahuh bekerja, akhirnya ia diberi kesempatan untuk menempuh studi di luar negeri.

“Ketika pertama kali bekerja di perusahaan ini, saya diberitahu bahwa ada kesempatan bagi saya untuk melanjutkan studi ke luar negeri,” katanya.

Selang beberapa bulan kemudian, Maggie dinyatakan lolos untuk mengambil gelar master di Fakultas Bioscience di Autonomous University of Barcelona, Spanyol.

 

Jalan yang cukup panjang harus Maggie lalui untuk bisa mendapatkan beasiswa ini. Sebelum mendapatkan beasiswa ini, Maggie harus mengajukan proposal rencana studi terlebih dahulu kepada perusahaan.

Setelah proposal rencana studinya disetujui, pada tahun 2015 Maggie kemudian diberangkatkan ke Barcelona dan tetap dimonitor oleh perusahaan mengenai perkembangan studinya hingga selesai. Selama di Spanyol, seluruh biaya kuliah dan biaya hidup Maggie juga ditanggung oleh Grup APRIL. Setahun kemudian, Maggie berhasil menyelesaikan studinya dan menerima gelar Master di bidang Bioteknologi.

Maggie juga menjelaskan, latar belakang pendidikan bioteknologi yang sudah ia miliki sebelumnya, sangat relevan dengan studi yang ia tempuh di Autonomous University of Barcelona. Sehingga ia tidak merasa ada hambatan sama sekali ketika menempuh gelar masternya.

“Hambatan yang paling saya rasakan adalah bahasa sehari-hari. Ketika di kelas memang menggunakan bahasa Inggris, sedangkan di kehidupan sehari-hari di luar kelas hampir semua orang-orang Barcelona menggunakan bahasa Spanyol,” Maggie bercerita.

Menurutnya gelar yang telah ia raih ini tidak terlepas dari dukungan keluarga yang tidak pernah berhenti, meskipun keluarganya tidak bisa hadir pada momen wisuda Maggie di Barcelona.

“Agak sedikit sedih saat saya tahu keluarga saya tidak bisa hadir, namun yang terpenting mereka selalu mendukung saya hingga saya bisa ada di posisi seperti sekarang,” Maggie menjelaskan.

Maggie juga sangat berterimakasih kepada Grup APRIL yang telah memberikannya kesempatan untuk bisa mengembangkan karirnya.

“Saya beruntung perusahaan mau peduli terhadap generasi muda yang berbakat, karena saya tahu bahwa tidak semua perusahaan seperti itu,” kata Maggie.

“Grup APRIL memberikan kesempatan yang besar untuk karyawan, seperti saya yang diberikan tanggung jawab lebih saat dinilai mampu oleh atasan,” lanjutnya.

Ia pun akan berusaha untuk menerapkan ilmu yang ia dapatkan dalam pekerjaannya sebagai seorang peneliti di laboratorium milik Grup APRIL.

“Harapan saya, apa yang sudah diinvestasikan ke saya mampu saya terapkan ilmunya di laboratorium, terutama dalam menunjang dan mengefisiensikan strategy yang dilakukan oleh Departemen Research and Development,” tutup Maggie.

 Bagikan  Email  Cetak