Media

Berita, pengumuman dan informasi terkini tentang Grup APRIL

 Bagikan  Email  Cetak

Bisa kah kalian bayangkan sebuah sekolah yang dipadukan dengan suasana alam yang sejuk dan penuh dengan pemandangan hijau? Di mana para siswanya bisa belajar secara langsung dengan lingkungan yang ada di sekitarnya. Suasana seperti ini bisa ditemui di Sekolah Dasar Global Andalan estate Logas dan estate Pelalawan, yang didirikan oleh PT Riau Andalan Pulp & Paper, dalam upayanya mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.

Sekolah yang berbasis Eco Green Park ini, menyediakan sarana pembelajaran bagi para siswa yang menstimulasi rasa ingin tahu mereka di bidang kehutanan dan pertanian. Program yang telah berjalan sejak tahun 2017 ini memberikan kesempatan kepada para siswa untuk merasakan berbagai macam fasilitas seperti rumah kaca, rumah produksi pupuk kompos, dan pondok belajar.

"Dengan metode pembelajaran ini, para siswa dapat mengenal berbagai jenis tanaman yang berada di Eco Green Park yang tersedia di sekolah mereka," tutur Dasril selaku Kepala Sekolah SD Global Andalan estate Logas.

“Kami ingin para siswa lebih menikmati suasana belajar sehingga mereka tertarik dengan materi yang diajarkan oleh guru. Saat ini sekolah kami memiliki 276 siswa yang siap belajar di alam, dan mereka pasti sangat senang dan lebih bersemangat untuk belajar dan raih prestasi yang bagus," lanjutnya.

Kegiatan paling menarik yang ada di program Eco Green Park ini adalah pengelolaan Bank Sampah. Kegiatan ini mengajak para murid untuk membiasakan diri memilah sampah yang mereka temui di sekolah ataupun di rumah.

Saat diperkenalkan, para siswa bisa dengan cepat memahami bagaimana mekanisme bank sampah ini bekerja. Mereka mengerti sampah jenis apa saja yang bisa dibuang ke tempat sampah dan sampah jenis apa yang bisa dipilah dan dikumpulkan. Sampah yang sudah dipilah oleh para murid kemudian akan mereka bawa ke sekolah dan dikumpulkan dalam sebuah wadah yang ada di sekolah mereka.

Setelah itu, mereka akan memanfaatkan sampah-sampah tersebut dengan mendaur ulangnya menjadi berbagai macam kerajinan tangan yang memiliki nilai jual. Hasil penjualan sampah tersebut dikembalikan ke masing-masing kelas untuk memenuhi keperluan mereka sendiri, seperti pembelian tanaman atau hiasan di dalam kelas.

“Kehadiran bank sampah bisa mengubah perilaku murid menjadi lebih peduli terhadap lingkungan di sekitarnya,” tutur Renawati, yang merupakan guru di Sekolah Dasar Global Andalan estate Pelalawan.

Atas kontribusinya tersebut, kedua sekolah ini pun meraih penghargaan Adiwiyata setingkat Kabupaten dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. Adiwiyata merupakan salah satu program Kementrian Lingkungan Hidup yang mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan.

“Adanya program bank sampah juga merupakan salah satu persiapan kami untuk meraih penghargaan Adiwiyata di tingkat provinsi pada 2018,” lanjut Renawati.

Menurut Vice Chairman RGE Group, Bey Soo Khiang, dibukanya taman Eco Green Park ini memberikan dampak baik secara jangka panjang terhadap pendidikan, alam, dan lingkugan. Ini mengingatkannya dengan tujuan perusahaan yang sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang dicanangkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, tentang pendidikan berkualitas untuk semua orang dan kelestarian lingkungan.

"Ini ide yang bagus dan menarik karena mengajak siswa mengenal alam sejak masih di sekolah dasar. Adanya taman eco green ini diharapkan menjadi media pembelajaran yang baik untuk siswa dan menghasilkan siswa yang berkualitas," ucapnya.

 Bagikan  Email  Cetak