Media

Berita, pengumuman dan informasi terkini tentang Grup APRIL

 Bagikan  Email  Cetak

Semarak perhelatan pentas olahraga terbesar se-Asia tahun 2018 yang diselenggarakan di Jakarta dan Palembang, Indonesia, tengah menjadi topik yang hangat untuk dibicarakan. Hampir seluruh penduduk Indonesia, mulai dari yang muda hingga yang tua, turut merayakan dan menyemangati Tim Indonesia yang tengah berjuang meraih medali di pesta olahraga internasional tersebut.

Untuk bisa menorehkan prestasi di ajang olahraga internasional, tentunya dibutuhkan persiapan dan pelatihan yang diberikan kepada calon atlet-atlet masa depan sejak dini.

Bagi para atlet muda yang tinggal di daerah-daerah, mungkin tidak seberuntung atlet lain yang tinggal di kota dalam mengakses fasilitas olahraga yang mereka butuhkan.

Menyadari hal ini, PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), yang merupakan anak perusahaan APRIL membuat sebuah program bernama Pusat Pengembangan dan Pelatihan Atlet Masa Depan (PPLAMD), yang terletak di Kabupaten Pelalawan.

Program PPLAMD didirikan pada tahun 2007 atas dasar inisiatif PT RAPP dan Bupati Pelalawan ketika itu. Tujuannya adalah untuk menyediakan fasilitas bagi para siswa yang memiliki bakat terpendam, khususnya di bidang olahraga. Dengan begitu, segala talenta yang dimiliki para atlet Kabupaten Pelalawan bisa tersalurkan melalui PPLAMD ini. PPLAMD sendiri memfokuskan programnya pada 3 cabang olahraga, di antaranya karate, badminton, dan tenis. Ketiga cabang olahraga tersebut sama-sama berhasil mengukir prestasi yang sangat membanggakan.

Tropi dan medali para atlit muda di Pangkalan Kerinci

PPLAMD juga merupakan salah satu komitmen Sukanto Tanoto, selaku pendiri perusahaan untuk mengembangkan masyarakat sekitar agar dapat menghasilkan bibit unggul generasi bangsa dalam bidang olahraga dan dapat bersaing dalam ajang olahraga internasional.

Community Development Manager PT RAPP, Sundari Berlian mengatakan, PPLAMD memiliki 140 atlet muda yang bertalenta. Para atlet tersebut juga dilatih agar bisa membagi waktu dengan seimbang antara sekolah dan berlatih olahraga.

PPLAMD terbuka untuk pelajar dari berbagai kalangan usia, namun kebanyakan dari mereka sedang menempuh studi di bangku SD hingga SMA.

Pada awal tahun 2007, atlet PPLAMD berhasil meraih 40 medali (19 diantaranya adalah medali emas) di kompetisi domestik, dan lima medali di kompetisi internasional, dua di antaranya adalah medali emas. 

Salah satu prestasi yang paling membanggakan datang dari atlet karate yaitu Muhammad Zulfikri yang berhasil merebut medali emas dalam Karate Shoto ASEAN-JAPAN Tournament di Vietnam pada Desember 2016.

“Tujuan utama kami adalah agar kedepannya Kabupaten Pelalawan bisa memiliki banyak atlet yang profesional” kata Sundari.

Di PPLAMD, para atlet tidak hanya diberikan tempat untuk berlatih, namun mereka juga disediakan peralatan serta pelatih-pelatih professional yang menunjang proses latihan mereka.

“Setiap cabang olahraga kan memiliki federasinya masing-masing, nah dari sanalah kami mencari pelatih-pelatih profesional yang mampu mengembangkan bakat para atlet kami,” tutur Sundari.

Di PPLAMD, para atlet menjalani pelatihan rutin setiap hari Senin, Rabu, dan Jumat.

“Kami memiliki pusat pelatihan khusus di mana para atlet bisa berlatih dengan fokus,” ujar Sundari.

PPLAMD secara rutin mendorong para atlet agar mengikuti turnamen di tingkat nasional dan internasional. Agar kedepannya mereka mendapatkan pengalaman dan ilmu baru dari atlet lain yang menjadi lawan mereka.

“Ketika para atlet mengikuti kompetisi, terutama di tingkat internasional, mereka dapat mempelajari kelemahan mereka dan pelatih membantu mereka untuk mengatasinya.” cerita Sudari.

Program PPLAMD ini tidak hanya dikhususkan bagi para anggota keluarga karyawan PT. RAPP, namun terbuka untuk seluruh warga Kabupaten Pelalawan. Segala talenta yang dimiliki para atlet di Kabupaten Pelalawan bias tersalurkan melalui PPLAMD ini.

“Jadi kami ingin seluruh warga Kabupaten Pelalawan yang memiliki bakat terpendam bias kami fasilitasi” ucap Sundari.

Hingga kini, PPLAMD telah membina lebih dari 140 atlet yang masih berstatus sebagai pelajar. Dunia olahraga Kabupaten Pelalawan sepertinya akan cerah dengan keberhasilan para atlet di masa depan.

 Bagikan  Email  Cetak