Media

Berita, pengumuman dan informasi terkini tentang Grup APRIL

 Bagikan  Email  Cetak

Siapa sangka sebuah kota kecil bernama Pangkalan Kerinci, yang berlokasi sekitar 70 km dari Pekanbaru, Indonesia, berhasil menjadi kota penghasil pulp dan kertas terbesar, dimana hasil tersebut digunakan oleh jutaan orang diberbagai belahan dunia.  

Sejak tahun tahun 2005, kota tersebut juga menjadi penghasil tenaga kerja di industri pulp dan kertas terbesar di Indonesia. Semua ini berkat Grup APRIL, yang mendirikan APRIL Learning Institute (ALI). ALI menjadi sebuah pusat pelatihan dan pengembangan karyawan milik Grup APRIL.

ALI didirkan atas dasar inisiatif dari Chairman APRIL, Sukanto Tanoto, yang sangat peduli dengan pengembangan dan peningkatan kualitas setiap karyawannya. Menurut Fahrizal Tampubolon, selaku ALI Head, ALI bertanggung jawab membuat seluruh karyawan mampu menjalankan strategi yang sudah dipersiapkan perusahaan, baik secara teknikal maupun soft skill.

.
Salah satu trainer di ALI yang tengah menjelaskan materi kepada para peserta training

“ALI memberikan pelatihan untuk semua karyawan, sesuai dengan apa yang dibutuhkan perusahaan.” ujar Fahrizal.

Karyawan yang menjalani pelatihan di ALI diharapkan dapat merasakan manfaat pertumbuhan secara pribadi maupun profesional, tambahnya. 

Dalam memberikan pelatihannya, ALI membawahi enam departemen, yang di antaranya adalah departemen Mill, Fiber, Transportasi, Rayon, Soft Skill, dan Assessment Center. Terdapat 52 orang yang bertanggungjawab secara penuh di ALI, 7 di antaranya adalah seorang asesor dan sisanya adalah para trainer.

“Setiap karyawan yang akan naik atau promosi jabatan, harus melalui penilaian di ALI terlebih dahulu.” cerita Fahrizal.

Selain memberikan pelatihan kepada karyawan, ALI juga melakukan analisis terhadap kebutuhan perusahaan akan sumber daya manusia, yang dilihat berdasarkan siklus sepanjang tahun.

“Jadi setiap akhir tahun, kami melakukan analisis mengenai apa saja kebutuhan perusahaan untuk tahun depan. Setelah itu, kita desain dan develop modul training tersebut. Setelah itu baru kita sampaikan pelatihannya kepada masing-masing karyawan yang membutuhkan,” ujar Fahrizal.

Ia menambahkan jika hasil dari pelatihan itu akan dievaluasi nantinya.

“Setelah itu, kami akan melakukan evaluasi atas hasil pelatihan tersebut, apakah sudah memenuhi kebutuhan perusahaan atau belum? Jika belum, kami lakukan modifikasi dan perbaikan.” jelas Fahrizal.

Agar setiap karyawan bisa menjalankan tugasnya dengan baik, tentunya ia membutuhkan seperangkat skill yang harus ia miliki. Di ALI, kami memiliki yang namanya IDP (Individual Development Plan), di mana setiap karyawan, akan memiliki perencanaan dalam setiap proses pengembangan kemampuannya.

“Jadi kami akan melakukan mapping terlebih dahulu, skill apa saja yang ia butuhkan. Semisal, untuk satu jobdesk, membutuhkan 12 skill set, sedangkan karyawan tersebut sudah menguasai 10, ada dua skill lagi yang menjadi IDP dia. IDP tersebut harus ia penuhi dalam waktu yang sudah ditentukan, biasanya 6 sampai 12 bulan,” Fahrizal menejelaskan.

Tidak seperti pusat pelatihan di sebuah perusahaan pada umumnya, ALI menyediakan 90 persen kebutuhan training perusahaan. Sedangkan, kebanyakan training center di luar sana itu seperti organizer saja, tambahnya.

“Jadi mereka hanya mencari training mana yang cocok untuk karyawannya. Jadi bisa dikatakan, tidak ada training center yang selengkap ALI ini,” katanya.

 Presentasi hasil diskusi materi antar peserta training

 

Sebagai salah satu produk yang dihasilkan oleh ALI, Fahrizal merasa dirinya sangat beruntung, karena ALI turut mendukung perkembangan karirnya yang dari bawah, hingga bisa berada di posisinya seperti sekarang.

“Saya merasa saya adalah produk yang dihasilkan dari ALI. Sebelumnya saya sudah merasakan berbagai macam pelatihan yang ALI sediakan. Mungkin jika tidak ada ALI, saya tidak mungkin berada di posisi saya sekarang sebagai seorang ALI Head,” lanjutnya.

Meskipun demikian, menurutnya kita tidak boleh menutup diri dari dunia luar, karena bisa saja di luar sana masih banyak ilmu yang bisa mereka pelajari. Maka dari itu, menurutnya ALI juga sering mengadakan studi banding ke beberapa pusat pelatihan karyawan di luar negeri.

“Saya mengajukan proposal ke perusahaan agar kami bisa mendapatkan pelatihan tentang Neuro Linguistic Programming (NLP). Dan Alhamdulillah beberapa waktu yang lalu saya dikirim ke Orlando, Amerika Serikat, untuk mengikuti license trainer of NLP, langsung dari penciptanya yaitu Dr. Richard Bandler,” ia bercerita.

“Untuk di Indonesia, kita adalah perusahaan pertama yang memiliki NLP sertification,” lanjutnya.

Menurut Fahrizal, ALI merupakan pusat pelatihan karyawan terbesar yang ada di Indonesia, yang di mana ALI tidak mengambil sumber daya manusianya dari luar.

“Maka dari itu ALI memiliki moto  “Grow Talent, Grow Trees”. Kenapa Grow Talent? Karena kami sendiri yang menciptakan karyawan-karyawan berkualitas dari dalam ALI, dan kita sudah menjadi benchmark di industry fiber, pulp, and paper,” jelasnya.

Untuk tahun 2017 kemarin, ALI sudah memberikan pelatihan kepada 9197 karyawan dan kontraktor yang bekerja untuk Grup APRIL.

“Katakanlah rata-rata dalam satu tahun, paling sedikit ALI melatih 5000 karyawan, dan kini sudah berjalan selama 12 tahun, ya kira-kira sudah 60.000 lebih karyawan yang sudah dilatih,” tutup Fahrizal.

 

 

 

 

 Bagikan  Email  Cetak