Media

Berita, pengumuman dan informasi terkini tentang Grup APRIL

 Bagikan  Email  Cetak

UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) menjadi salah satu mesin penggerak pertumbuhan perekonomian, khususnya bagi negara berkembang. Di Indonesia, UMKM atau Micro, Small Medium Enterprise (MSMEs) adalah salah satu sarana pengentasan kemiskinan yang dapat merangsang penciptaan lapangan kerja dan memicu inovasi baru yang dapat dimanfaatkan untuk meratakan pembangunan dan kesejahteraan.

Sayangnya, UMKM adalah sektor yang paling signifikan terdampak dalam krisis ekonomi global di tengah pandemi Covid-19. Pemberlakuan beberapa kebijakan oleh pemerintah seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang bertujuan menekan penyebaran virus Corona, sangat memengaruhi pasokan bahan baku bagi UMKM. Hal ini berujung pada ketidakstabilan supply dan demand bagi para pelaku UMKM yang pada akhirnya berpengaruh buruk bagi kesehatan bisnis mereka.

Melihat kondisi ini, APRIL Group (Asia Pacific Resources International Limited) melalui Program Kemitraan bertajuk Micro, Small Medium Enterprise (MSMEs) fokus kepada skema perlindungan dan pemulihan UMKM di tengah pandemi Covid-19. Bagi APRIL, Program Kemitraan bukanlah sekedar menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan, tetapi juga upaya pengelolaan dampak dari kebijakan dan kegiatan operasional kami terhadap masyarakat dan lingkungan alam secara transparan. Dengan memegang teguh prinsip Free, Prior, Informed Consent (FPIC) dalam pelaksanaannya, program MSMEs di PT RAPP terbagi menjadi dua:

  • MSMEs Inline, ditujukan untuk UKM yang usahanya langsung berhubungan dengan operasional APRIL yang berkaitan dengan material supply, manpower supply, transportation rental, pekerjaan potong tanaman, dan lainnya dengan total 249 mitra.
  • MSMEs Offline, ditujukan untuk UKM yang usahanya tidak berhubungan dengan operasional APRIL. Mitra Bina MSMEs Offline bergerak di bidang jasa, seperti bengkel, kerajinan tangan, serta produk pangan dan bahan madu. Saat ini, total mitra bina MSMEs Offline APRIL berjumlah 129 mitra.

BR Binahidra Logiardi, Manajer Departemen Community Development, mengatakan bahwa APRIL memiliki prinsip Tumbuh Kembang Bersama Masyarakat. Artinya, berkembangnya perusahaan juga diikuti dengan perkembangan masyarakat yang ada di sekitar daerah operasionalnya. APRIL, melalui salah satu anak perusahaannya yakni PT RAPP (Riau Andalan Pulp and Paper), rutin melakukan pembinaan kepada mitra agar terus berkembang dengan memberikan bantuan sarana produksi, pelatihan, perizinan, pemasaran, monitoring dan evaluasi sekaligus memberikan konsultasi dan bimbingan ketika mereka menemukan kesulitan, khususnya selama pandemi Covid-19.

Di bawah ini adalah beberapa cerita dari mitra bina MSMEs APRIL yang telah merasakan langsung dampak positif dari program yang menyelamatkan bisnis mereka di tengah kondisi krisis:

Rizal - Pelopor Sabun Eukaliptus di Riau

“Di tahun 2019, saya mengikuti pelatihan pembuatan sabun dari bahan dasar daun eukaliptus. Pelatihan ini merupakan bagian dari Program Pengembangan UMKM yang dicanangkan oleh APRIL. Pembuatan sabun berbahan alami ini merupakan hal yang baru bagi saya. Setelah melalui berbagai uji coba, saya akhirnya memantapkan diri untuk menjadi pelaku UMKM dan mendirikan CV Mitra Riau Andalan, tentu saja sekaligus menjadi mitra bina APRIL yang selalu memberikan dukungan penuh kepada saya. Kami memproduksi sabun mandi berbahan alami, sabun cuci tangan, sabun cuci piring, sabun pembersih lantai, dan hand sanitizer.

Tidak disangka, ketika pandemi Covid-19 melanda, diikuti dengan anjuran mencuci tangan serta kebersihan menggunakan sabun atau hand sanitizer, bisnis saya meningkat pesat. Hal ini bisa terjadi bukan hanya karena promosi dari mulut ke mulut, tapi juga karena produk saya dijual di Toko Andalan--aplikasi belanja online (e-commerce) yang dibuat Community Development APRIL untuk membantu pemasaran produk-produk mitra binaan. Saat ini saya sudah memiliki 25 reseller di berbagai kota dan omset penjualan saya pun meroket hingga 1.400%! Kepercayaan APRIL terhadap kualitas produk saya juga membuat pihak manajemen membuat pesanan untuk didonasikan ke rumah-rumah ibadah, posyandu, dan fasilitas-fasilitas umum lainnya di Pangkalan Kerinci. Selanjutnya, saya menargetkan untuk dapat merambah ke bidang kosmetik alami berbahan eukaliptus. Tentu saja, saya juga sangat ingin berbagi ilmu dan mengajak masyarakat untuk belajar berwirausaha menjadi mitra binaan APRIL!”

Tengku Indra - Ketua Kelompok Tani Rumah Madu Andalan (RMA)

“Saya tidak pernah menyangka bahwa pandemi Covid-19 ini akan memberikan berkah bagi Rumah Madu Andalan -- wadah bagi para petani Madu Sialang untuk menyalurkan hasil panennya dengan harga yang kompetitif. Menyebarnya wabah virus corona membuat banyak orang semakin sadar untuk menjaga kesehatan, termasuk menjaga asupan nutrisi bagi tubuh. Sehingga saya menerima banyak sekali pesanan madu dari Jakarta, bahkan hingga ribuan botol! Untungnya pasokan bahan baku tetap aman karena APRIL telah lama membukakan jalan bagi kami untuk menjalin kemitraan dengan masyarakat pemilik pohon sialang di tiga kabupaten di Riau, yakni Pelalawan, Siak, dan Kuantan Singingi (Kuansing). Kemitraan inilah yang memungkinkan kami dapat memenuhi permintaan yang meningkat pesat selama pandemi Covid-19.”

Ni’mah- Pembatik Rumah Batik Andalan

“Saya mengikuti pelatihan batik yang diadakan APRIL agar dapat meningkatkan perekonomian keluarga. Saya dilatih oleh para pembatik di Rumah Batik Andalan (RBA) di komplek Balai Pengembangan dan Pelatihan Usaha Terpadu (BPPUT) Community Development di APRIL. Saya juga dikirim ke Pekalongan untuk mendapatkan pelatihan langsung dari pelatih batik di sana. Sekarang, saya sangat bersyukur karena bisa memiliki pendapatan tetap dari batik yang saya bikin dan saya jual di Rumah Batik Andalan. Bahkan, dalam kondisi pandemi Covid-19, di mana pesanan pelanggan menurun drastis, pihak manajemen APRIL justru memesan batik dalam jumlah besar untuk pembuatan seragam karyawan. Kesempatan bekerja sama dengan APRIL adalah berkah yang akan selalu saya syukuri.”

 Bagikan  Email  Cetak