Media

Berita, pengumuman dan informasi terkini tentang Grup APRIL

 Bagikan  Email  Cetak

Darah memiliki peranan yang sangat penting, tetes darah yang kita sumbangkan bahkan dapat menyelamatkan nyawa orang lain. Sayangnya, pasokan kantong darah yang begitu penting kini jumlahnya kian menipis di tengah kondisi pandemi Covid-19 ini. Padahal, kegiatan donor darah sukarela secara rutinlah yang biasanya menjamin ketersediaan pasokan darah agar dapat memadai untuk kondisi genting.

Di PT RAPP, para karyawan didorong untuk mendonorkan darah agar ketersediaan darah selalu cukup jika ada yang membutuhkan. Bahkan di kompleks tempat tinggal karyawan di Pangkalan Kerinci, Riau, kami memiliki komunitas donor darah yaitu Keluarga Donor Darah (KDD) Riau Kompleks yang beranggotakan karyawan dan keluarga mereka.

Setiap tiga bulan, KDD Riau Kompleks mengadakan kegiatan donor darah yang dapat mengumpulkan ribuan kantong darah dalam setiap acara. Hingga sekarang, KDD telah diadakan sebanyak 60 kali dan berhasil mengumpulkan sebanyak 6.000.000 cc darah. Meski kegiatan donor darah ini harus terhenti selama masa pandemi, namun banyak karyawan kami yang masih rutin secara sukarela mendonorkan darah.

Memperingati Hari Donor Darah Sedunia yang jatuh pada 14 Juni 2020 dan mengangkat tema "Darah yang Aman Menyelamatkan Kehidupan", kami ingin berbagi cerita dari para karyawan yang telah lama menjadi pendonor darah rutin dalam kegiatan donor darah PMI (Palang Merah Indonesia) di Pekanbaru maupun Pelalawan. Mereka adalah orang-orang yang menjalani slogan kampanye Hari Donor Darah Sedunia, “Dengan Mendonorkan Darah, Dunia Menjadi Sehat”. Simak cerita dari para pejuang donor darah RAPP berikut ini:

Hermansyah (Mekanik, Departemen Finishing)

Selama saya bekerja di PT RAPP, saya sudah mendonorkan darah sebanyak 62 kali. Saya baru berani mendonorkan darah ketika istri melahirkan anak pertama di tahun 1996 dan butuh tambahan darah. Awalnya saya bingung di mana bisa mendapatkan donor darah karena ketersediaan kantong darah di PMI waktu itu sedang kosong.

Tanpa pikir panjang, saya pun mendonorkan darah saya sendiri. Sejak saat itu, saya sadar sulit untuk mendapatkan donor darah. Semenjak saat itu, saya memutuskan melakukan donor darah rutin setiap tiga bulan sekali.

Ternyata, banyak keuntungan donor darah yang saya rasakan. Manfaat yang paling terasa adalah kebugaran tubuh yang semakin meningkat karena saya mulai menerapkan pola hidup sehat agar bisa terus donor darah selama saya mampu. Tanpa disangka, saya mendapatkan penghargaan dari PT RAPP dan PMI ketika saya mendonorkan darah yang ke-50. Sekarang, selain donor darah, saya pun bergabung dalam kepengurusan KDD Riau Kompleks. Kegiatan ini adalah bentuk nyata kepedulian sosial supaya saya bisa berbuat lebih bagi masyarakat.

Abdillah Fauzan Syofiar (Safety Officer, Futong Port Siak)

Saya sudah melakukan donor darah sejak masih berusia 17 tahun, usia mininum untuk dapat mendonorkan darah. Kegiatan donor darah saya bermula ketika teman saya membutuhkan tranfusi darah dan sangat sulit mendapatkan donor darah yang sesuai. Ketika saya bertanya pada dokter, ternyata darah saya cocok dengan yang ia butuhkan. Akhirnya saya berani mendonorkan darah. Hingga kini, terhitung sudah 43 kali saya mendonorkan darah. Saya pun rutin melakukan donor darah tiga bulan sekali.

Ketika bekerja di PT RAPP pun, saya bersyukur bahwa para karyawan membentuk KDD Riau Kompleks sebagai komunitas tempat para pendonor darah berkumpul. Saya pun tergerak untuk mendorong rekan-rekan di area kerja saya di Futong Port, Kabupaten Siak, untuk mulai melakukan kegiatan donor darah sukarela. Saya mencoba memberikan pemahaman kepada mereka, terutama yang masih muda untuk menjadi pendonor tetap.

Saya banyak bercerita tentang keuntungan donor darah serta betapa sulitnya mendapatkan donor darah yang sesuai bagi para pasien karena persediaan kantong darah yang semakin menipis.

Saya berharap para generasi millennial bisa menjadikan kegiatan donor darah sebagai gaya hidup. Awalnya teman saya saat SMA butuh darah. Waktu itu untuk mendapatkan darah, sangat sulit.

Nova Perangin Angin (Bagian Supervisi, Hotel Unigraha di Riau Kompleks)

Setelah donor darah, saya merasakan kepuasan tersendiri karena dapat membantu sesama. Bagi saya, kegiatan donor darah adalah kegiatan rutin yang harus saya lakukan tiga bulan sekali. Saya sangat paham bahwa satu tetes darah begitu berarti bagi mereka yang membutuhkan.

Untuk dapat terus mendonorkan darah, saya pun harus menjaga kondisi tubuh saya agar tetap bugar. Karenanya, saya tidak khawatir untuk mendonorkan darah di tengah pandemi Covid-19. Justru dalam kondisi ini, lebih banyak lagi orang yang membutuhkan bantuan donor darah. Tidak perlu takut untuk mendonor, semua alat yang dipakai untuk donor darah itu steril. Apalagi saat pandemi, PMI selalu melakukan protokol kesehatan agar para pendonor tidak khawatir ketika mendonorkan darah mereka. Adanya KDD Riau Kompleks ini, membuat saya menjadi rutin mendonorkan darah karena kami juga rutin berbagi pengetahuan terkait keuntungan donor darah dengan para pendonor.

Lisbeth (Cost Controller, Departemen Keuangan)

Bagi saya, donor darah adalah melawan ketakutan. Jujur, saya dulu takut dengan donor darah karena darah kita diambil melalui jarum. Hingga saya sering menerima sosialisasi terkait donor darah dari beberapa rekan di PT RAPP yang bergabung dengan KDD, saya pun memberanikan diri untuk donor darah sukarela. Ternyata, setelah donor darah saya merasa senang karena darah saya bisa menyelamatkan nyawa seseorang. Sejak saat itu, saya rutin melakukan donor darah hingga sekarang. Saya pun semakin menjaga kesehatan agar bisa tetap menjadi pendonor hingga tua nanti. Salah satu syarat donor darah adalah tes kesehatan agar tau apakah tubuh kita siap untuk mendonorkan darah.

Yuliadi Harianto (Buyer, Central Procurement Unit)

Selain donor darah merah, saya juga tercatat sebagai pendonor darah putih atau Apheresis. Saya menikmati rutinitas menjadi pendonor karena selain membuat tubuh saya menjadi semakin sehat, donor darah juga bisa membantu orang tanpa mengeluarkan materi. Kita bantu darah, tetapi kita tidak rugi karena darah di dalam tubuh kita terus berproduksi. Kadang saat ada orang yang membutuhkan darah dan saya sudah waktunya donor, pasti akan saya donorkan secara langsung dengan sukarela. Apalagi usia saya belum mencapai 30 tahun, donor darah adalah salah satu faktor untuk menjalani gaya hidup sehat.

Yalimin Jacob (Exim Manager, Departemen Exim)

Sudah lima tahun saya rutin mendonorkan darah. Donor darah bagi saya membangkitkan sisi kemanusiaan. Saya tahu sulitnya mencari tambahan darah dan terkadang kantong darah yang dibutuhkan di bank darah bahkan tidak tersedia. Jadi, pasien harus menunggu lama untuk mendapatkan kantong darah. Hal tersebut menjadi motivasi terbesar saya untuk mendonorkan darah. Saya juga sering mengajak rekan-rekan sekantor untuk berpartisipasi dalam kegiatan donor darah. Biasanya, saya mendonorkan darah ketika ada kegiatan KDD Riau Kompleks, tapi semenjak pandemi Covid-19 kami dianjurkan untuk tidak mengadakan berbagai kegiatan yang melibatkan orang ramai. Akhirnya, saya dan rekan-rekan lainnya pun langsung mendonorkan darah ke Unit Transfusi Darah PMI Pelalawan. Donor darah sangat penting untuk terus dilakukan di tengah pandemi ini karena justru semakin banyak orang yang membutuhkan transfusi darah sementara persediaan kantong darah kian menipis.

 Bagikan  Email  Cetak