Media

Berita, pengumuman dan informasi terkini tentang Grup APRIL

 Bagikan  Email  Cetak

Tidak banyak orang yang memahami M. Rafi, 42 tahun, saat memutuskan meninggalkan pekerjaannya di PT Riau Andalan Pulp and Paper (PT RAPP) yang sudah ditekuninnya selama 15 tahun.

Banyak dari rekan kerjanya yang menyebut Rafi “bodoh”, karena menginggalkan pekerjaan lamanya dan memilih untuk memulai usaha sendiri.

“Saat itu saya sudah nyaman, posisi sebagai supervisior dengan penghasilan yang cukup. Jadi wajar kalau rekan-rekan saya menyebut saya gila saat itu,” ujar Rafi.

Pria yang lahir dan besar di tepian Sungai Kampar, Pelalawan ini tidak pernah menyangka dirinya akan menjadi sukses seperti sekarang.

Semenjak dulu, cita-cita Rafi memang menjadi seorang pengusaha. Di tahuh 2014, Rafi pun memutuskan untuk meninggalkan pekerjaan lamanya dan beralih menjadi pengusaha ketika ia melihat adanya peluang usaha, saat RAPP berencana melakukan pengembangan pabrik Paper Machine 3.

Namun ternyata dalam menjalankan usaha ini tidak semudah yang Rafi pikirkan. Banyak tantangan yang harus dihadapi Rafi, termasuk harus mengelola kas perusahaan yang tak terkendali dan rendahnya permintaan tenaga kerja. Ditambah lagi dengan pemahaman manajemen bisnis yang tidak ia miliki, semakin membuatnya kesusahan dalam menjalankan usahanya.

Alhasil, Rafi terpaksa menggunakan seluruh tabungannya yang telah ia kumpulkan selama 15 tahun, untuk menutupi kekurangan finansial yang terjadi di perusahaannya. Namun upaya itu tak berlangsung lama, setelah berjalan empat bulan, Rafi terpaksa menghentikan sementara perusahaannya.

“Saya beruntung karena istri dan anak saya tetap mendukung saya,” ujarnya.

Untungnya, Rafi kembali berhasil menjalankan dan mengembangkan bisnisnya ini. Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari Program Pengembangan Masyarakat dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) milik RAPP.

Selain meminta Rafi menjadi penyedia jasa, RAPP juga memberikan pelatihan manajemen bisnis kepada Rafi. Selain itu, RAPP juga memberikan panduan kepada Rafi tentang bagaimana cara mendapatkan pinjaman bank untuk mengembangkan usahanya.

“Awalnya, perusahaan saya memasok empat karyawan ke RAPP. Sekarang, saya punya 90 orang yang bekerja untuk mereka,” katanya.

“Kami bekerja secara profesional dan sesuai dengan prosedur perusahaan sehingga kami dapat terus mempertahankan kepercayaan RAPP,” tambah Rafi.

Salah seorang petugas Program Pengembangan Masyarakat dan UKM RAPP, Syafiedy mengatakan bahwa Rafi telah membuktikan dirinya sebagai penyedia jasa yang professional dan bisa menjadi salah satu asset bagi RAPP.

“Perusahaan yang didirikan oleh Rafi mematuhi semua peraturan yang telah disepakati sebelumnya. Ini adalah faktor utama yang membuat perusahaannya lebih menonjol dari yang lain,” kata Syafiedy.

Saat ini, RAPP terus memberikan bantuan kepada perusahaan Rafi dalam bentuk berbagai pelatihan keselamatan kerja.

Di awal tahun 2018, perusahaan milik Rafi yang bernama PT Riau Dua Berlian ini, telah mampu menghasilkan omset sebesar Rp 2,4 miliar, dengan laba hingga Rp 480 juta per tahun.

Namun, bagi Rafi, ia lebih puas ketika mampu membantu penduduk setempat mendapatkan pekerjaan yang layak dan penghasilan melalui perusahaannya.

“Kebanyakan dari mereka adalah penduduk setempat yang baru saja lulus dari sekolah dan datang kepada saya untuk mencari kerja – hal ini tentunya membuat saya merasa senang bisa membantu mereka,” kata Rafi.

 Bagikan  Email  Cetak