Media

Berita, pengumuman dan informasi terkini tentang Grup APRIL

 Bagikan  Email  Cetak

Tahun 2010 merupakan tahun yang besar bagi Izwan, warga asli Desa Tanjung Padang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. Bersama dengan beberapa warga Tanjung Padang lainnya, ia mendirikan Koperasi Karya Bersama dengan tujuan mensejahterakan masyarakat setempat. Koperasi Karya Bersama kemudian menjadi mitra binaan anak perusahaan APRIL, PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP).

Koperasi Karya Bersama menyediakan dua unit speed boat 15 PK untuk keperluan operasional PT RAPP. Seiring dengan perkembangan pesat operasional PT RAPP, Koperasi Karya Bersama menambah speed boat menjadi 9 unit pada tahun 2015. “Kami juga membeli water tank dan truk untuk menyokong operasional PT RAPP di Pulau Padang,” katanya.

 

Bisnis Izwan dengan Koperasi Karya Bersama sukses dan berhasil menyediakan lapangan pekerjaan kepada masyarakat Pulau Padang. Pada tahun 2015, koperasi yang ia pimpin semakin berkembang, sehingga dipercaya untuk mengelola kebun bibit PT RAPP. Saat itu, ia memperkerjakan 50 warga lokal untuk mengelola koperasinya.

Sumatra terkenal dengan keanekaragaman faunanya yang sangat langka. Salah satu yang terkenal ialah Gajah Sumatra. Hewan bertubuh besar ini masuk dalam jajaran fauna yang turut mempercantik pulau di ujung barat Indonesia ini. Sayangnya, jumlah populasi Gajah Sumatra makin hari kian menurun. WWF memperkirakan, hanya ada 2.400-2,800 ekor Gajah Sumatra yang tersisa di alam bebas, dan hanya ada sekitar 100 ekor yang hidup di pulau Sumatra itu sendiri.

Pendidikan merupakan hal yang penting bagi setiap manusia. Pendidikan yang baik dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, perilaku, dan kesejahteraan seseorang. Pendidikan juga membentuk sumber daya manusia yang intelek dan berkualitas. Karena itulah, PT RAPP konsisten memberikan beasiswa pendidikan kepada masyarakat setempat.

Resi Wilinsih berasal dari Gunung Sahilan, Kabupaten Kampar, Riau, adalah contoh sosok yang tahu arti pentingnya pendidikan. Resi ingin memiliki pendidikan yang tinggi, sehingga dapat membuat hidup keluarganya menjadi lebih baik. Bapaknya adalah seorang petani dengan penghasilan Rp 1,5 juta per bulan, sementara sang ibu adalah ibu rumah tangga. Kondisi ini yang membuat Resi ingin mendapatkan pendidikan tinggi dan pekerjaan lebih baik, agar keluarganya lebih sejahtera.

Sejak dulu, Resi selalu ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Saat Resi lulus dari SMK 2 Pekanbaru pada 2012, ia mendapatkan informasi mengenai beasiswa ATPK Bandung (Akademi Teknik Pulp dan Kertas) yang diberikan oleh PT RAPP (Riau Andalan Pulp & Paper). Resi memutuskan untuk mencoba beasiswa tersebut.

Pusat Pendikan dan Latihan Atlet Masa Depan (PPLAMD) milik PT. RAPP telah melahirkan bibit atlet berkelas dunia. Ialah Muhammad Zulfikri, seorang Karateka yang telah mengharumkan nama Indonesia melalui prestasinya dalam kompetisi karate di kancah internasional.

Zulfikri adalah anak ke dua dari tiga bersaudara. Ayahnya yang bernama Mispan merupakan salah satu karyawan PT. RAPP yang sudah mengabdi selama 20 tahun. Minat Zulfikri di dunia karate berawal dari ketertarikannya ketika melihat sekumpulan orang yang sedang berlatih karate di dekat rumahnya. Ia pun langsung meminta kedua orang tuanya agar mendaftarkan dirinya dalam latihan karate tersebut.

"Awalnya saya melihat ada yang sedang latihan karate di dekat rumah saya. Keesokannya orang tua saya langsung mendaftarkan saya untuk mengikuti latihan tersebut, dari situ lah saya mulai tertarik dengan karate," kata Zulfikri.

 Bagikan  Email  Cetak