- Detail
Saat bicara tentang perjuangan kesetaraan perempuan di Indonesia, kita pastilah tak lepas dari sosok Raden Ajeng Kartini. Pemikiran dan perjuangannya di masa lampau telah menginspirasi para perempuan modern untuk melawan streotip dan diskriminasi, salah satunya di dunia kerja.
Ya, kini perempuan semakin banyak memegang jabatan penting, sebut saja menteri keuangan perempuan pertama di Indonesia Sri Mulyani Indrawati yang dinobatkan sebagai Menteri Keuangan terbaik di dunia dan memenangkan gelar Menteri Keuangan terbaik dunia tahun lalu berkat keberhasilannya mengelola fiscal negara selama pandemi saat ini. Ada pula nama Najwa Shihab, yang menjadi salah satu jurnalis perempuan paling disegani saat ini.
Di kancah internasional, Kamala Haris mencatatkan sejarah sebagai Wakil Presiden Amerika Serikat perempuan pertama di Negeri Paman Sam. Yang teranyar, ada pula Jacinda Ardern selaku Perdana Menteri Selandia Baru perempuan yang sukses mengendalikan pandemi Covid-19 di negaranya.
Meskipun banyak kemajuan telah dicapai, perjalanan menuju kesetaraan gender masih perlu diperjuangkan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pertengahan tahun lalu, masih terdapat ketimpangan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) di Indonesia antara perempuan yaitu 53,13% dan laki-laki sebesar 82,41%.
Padahal riset McKinsey pada 2018 menyatakan jika partisipasi kerja perempuan naik hingga 56% di 2025, maka Produk Domestik Bruto (PDB) dapat bertambah hingga USD 135 miliar.
Sayangnya, masih banyak perempuan yang terpaksa mengundurkan diri dari posisinya akibat konsentrasi yang terbagi untuk mengasuh anak. Kesenjangan upah pun masih terjadi, perempuan tercatat berpenghasilan 23% lebih rendah dari pria.
Dirayakan setiap 21 April, peringatan hari Kartini tahun ini menjadi momen bagi kita untuk melangkah lebih jauh dalam menantang ketidaksetaraan.
Melihat isu ini, APRIL berperan aktif dengan memberikan ruang bagi perempuan untuk berpartisipasi secara efektif. Sebagai perusahaan pulp dan kertas yang mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), APRIL menjamin kesetaraan peluang untuk pengembangan karyawan perempuannya.
Pada kesempatan kali ini, tiga pemimpin perempuan di APRIL akan membagikan pandangannya tentang kecintaan atas pekerjaan mereka dan bagaimana menantang stigma dan hambatan seputar perempuan di tempat kerja. Mereka adalah E-commerce & Marketing Manager Patricia Dharmawan, Corporate Legal Manager Astiyanty dan Talent Acquisition Margareta Herawan.

Selengkapnya: Tantangan Kesetaraan Gender di Peringatan Hari Kartini
- Detail
Pandemi telah menghantam pariwisata global. Kini saatnya kita menghidupkan kembali industri pariwisata agar tetap bisa tumbuh secara berkelanjutan.
Masih jelas dalam ingatan saat media sosial diramainkan oleh potret kosongnya ruang tunggu bandara dan jejeran pesawat tak terisi pada Maret 2020 lalu. Saat itu, sejumlah negara mulai mengambil langkah reaktif dengan menutup negaranya (lock down) dengan harapan dapat menghentikan penyebaran pandemi Covid-19.
Setahun telah berlalu dan tampaknya pariwisata global masih sulit untuk “sembuh” dari situasi ini. Organisasi Pariwisata Dunia di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNWTO) mencatatkedatangan turis internasional pada tahun 2020 turun sekitar 74 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai 1,5 miliar. Akibatnya, sektor ekonomi dengan pertumbuhan tercepat di dunia ini harus mundur jauh imbas Covid-19. Dampak dari situasi pandemi ini sangat menyedihkan bagi banyak negara berkembang di kawasan Asia-Pasifik, di mana pariwisata merupakan sumber pendapatan utama.
Selengkapnya: Pariwisata Setelah Pandemi : Wisata yang Berkelanjutan
- Detail
Kita bisa memilih makanan mana yang enak dan menggugah selera. Namun, sebenarnya, menu seperti apa yang baik untuk tubuh kita?
Di tengah pandemi, kita harus lebih berhati-hati dalam memilih makanan yang ingin kita konsumsi; dan bisa jadi plant-based food atau makanan dari tumbuh-tumbuhan alias nabati bisa menjadi solusi dalam menjaga kesehatan Anda. Selain menurunkan risiko penyakit jantung, makanan itu juga dikenal ramah lingkungan dan berkelanjutan, loh.
Makanan nabati fokus pada bahan-bahan yang bersumber dari tumbuh-tumbuhan, yaitu buah, sayur, kacang-kacangan, biji-bijian, polong-polongan, gandum dan minyak.

Meski memfokuskan konsumsi pada jenis nabati, masyarakat penikmat makanan nabati tidak sepenuhnya menolak produk daging, kok, namun porsi sayur dan buah yang mereka makan tiap hari lebih besar dibandingkan hewani.
Selengkapnya: Yang Perlu Diketahui dari Plant Based Food Diet
- Detail
Inilah waktunya untuk berbahagia! Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menetapkan 20 Maret sebagai Hari Kebahagiaan Internasional dalam upaya mendorong kesadaran akan pentingnya tiga aspek utama yang membantu manusia hidup bahagia dan sejahtera: memangkas ketidaksetaraan, mengakhiri kemiskinan, dan melindungi planet kita.
Di APRIL, kebahagiaan karyawan adalah aspek penting bagi bisnis kami. Untuk merayakan Hari Kebahagiaan ini, kami berbincang dengan lima karyawan untuk mempelajari cara mereka memaknai kebahagiaan di APRIL.

Selengkapnya: Bagaimana Kami di APRIL Memaknai Kebahagiaan di Tempat Kerja


