Media

Berita, pengumuman dan informasi terkini tentang Grup APRIL

 Bagikan  Email  Cetak

Mungkin dalam benak pikiran kita akan muncul pertanyaan, “untuk apa sebuah perusahaan kertas dan pulp, membuat program pelatihan bercocok tanam sayur mayur dan ternak hewan untuk para siswa SMK? Bukankah hal tersebut sedikit melenceng dari bisnis utamanya.

Namun hal ini lah yang dilakukan APRIL untuk para siswa SMK di Pangkalan Kerinci dan sekitarnya. Selain bertujuan untuk menciptakan sumber daya manusia yang lebih berkualitas, APRIL juga berusaha mendukung program peningkatan mutu pendidikan yang tercantum pada poin ke empat, di dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan milik Persatuan Bangsa-bangsa.

Melalui program Praktek Kerja Lapangan Siswa SMK, para siswa tersebut diberikan kesempatan untuk melakukan praktik kerja lapangan di Balai Pelatihan dan Pengembangan Usaha Terpadu milik APRIL selama tiga bulan.

“Para siswa akan diajarkan untuk bisa menganalisis usaha (pertanian atau peternakan) yang mereka jalani, hingga akhirnya mereka akan menjual hasil panennya tersebut,” ujar Gading, selaku Community Development Coordinator Mill dan Pelabuhan.

“Semisal mereka mau bertani jagung, kelak mereka tahu berapa modal yang harus mereka persiapkan dan berapa keuntungan yang akan mereka dapatkan,” ujar Gading.

Dimulai pada tahun 2013, program ini mulanya mengajak beberapa SMK yang ada di Pangkalan Kerinci. Seiring berjalannya waktu, lambat laun program praktek kerja lapangan ini juga bekerja sama dengan SMK yang berasal dari daerah lain, bahkan mereka sendiri yang datang ke APRIL untuk mendaftarkan siswanya.

“Kini kami juga telah menerima siswa yang berasal dari SMK di Pekanbaru dan Siak Kecil,” ucap Gading.

Untuk mengikuti program ini, sekolah-sekolah tersebut biasanya diminta untuk memberikan data mengenai jumlah siswanya. Selain itu, sekolah tersebut juga harus mengusulkan kompetensi apa saja yang ingin diberikan kepada siswa-siswa tersebut.

“Karena kami di sini memiliki banyak konsentrasi pelajaran, seperti agronomi tanaman hortikultura, tanaman pangan, peternakan, dan juga perikanan.” kata Gading.

Salah seorang siswa SMK bernama Sonia mengatakan, selama mengikuti program ini, dirinya mendapat banyak sekali pengalaman positif. Menurutnya di sini ia tidak hanya belajar hal teknis mengenai pertanian saja, namun juga belajar untuk bisa bekerjasama dengan orang lain.

“Kami dimasukan kedalam kelompok secara acak, dari situlah kami dituntut untuk bisa disiplin dan bekerja sama dalam satu tim,” ujar Sonia.

Untuk saat ini, terdapat 47 orang siswa yang berasal dari tiga sekolah yang tengah melakukan praktik kerja lapangan di Balai Pelatihan dan Pengembangan Usaha Terpadu.

“Paling tidak dalam satu periode praktik kerja lapangan, kami bisa menampung hingga 50 orang siswa,” lanjutnya.

Setiap harinya para siswa tersebut juga akan diminta untuk membuat laporan mengenai apa saja yang telah mereka pelajar dan di akhir masa praktik kerja lapangan, mereka juga mempresentasikan laporan tersebut.

“Setelah mereka dilatih di sini, diharapkan kedepannya mereka punya kemampuan yang lebih baik dari siswa lainnya, dan ketika mereka sudah lulus sekolah, mereka bisa langsung mengaplikasikan ilmunya di dunia kerja,” tutup Gading.

Selain mendukung siswa untuk belajar lebih banyak tentang industri pertanian, APRIL juga turut membantu para petani skala kecil di Indonesia melalui Program Pengembangan Masyarakat.

 Bagikan  Email  Cetak