Media

Berita, pengumuman dan informasi terkini tentang Grup APRIL

 Bagikan  Email  Cetak
Karyawan yang telah lulus Paket B & C

Meratanya pendidikan yang berkualitas untuk seluruh masyarakat adalah salah satu Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang dicanangkan oleh PBB. Hal ini tercantum dalam poin keempat SGDs, yang berusaha memastikan setiap orang dapat mengenyam pendidikan wajib belajar 9 tahun di tahun 2030.

Syahzidah Afdilla Lubis, sempat putus asa tatkala dihadapkan pada kenyataan bahwa dirinya tidak bisa melanjutkan pendidikannya ke tingkat Sekolah Menegah Atas (SMA). Syahzidah berasal dari keluarga yang kurang mampu sehingga bagi dia dan keluarga, pendidikan adalah sebuah kemewahan.

Syahzidah memutuskan untuk bekerja sebagai seorang petugas kebersihan di PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) untuk membantu perekonomian keluarga. Namun, Syahzidah menyimpan keinginan yang besar untuk dapat melanjutkan pendidikannya.

Kabar gembira menghampiri Syahzidah ketika manajemen RAPP membuka program Kelompok Belajar Paket B dan C untuk para karyawannya. Melalui program ini Syahzidah berkesempatan mengikuti kegiatan belajar non formal, yang dilaksanakan 2-3 kali dalam seminggu.

Meyli, Karyawan RAPP pendiri Serikat Tolong Menolong

Kebahagiaan akan bisa terwujud ketika kita bisa saling berbagi. Prinsip tersebutlah yang dipegang Meyli, ketika dirinya tergerak untuk membantu rekan kerjanya yang tengah tertimpa musibah. Meskipun Grup APRIL telah memberikan jaminan kesehatan kepada karyawan dan keluarganya tersebut, Logistic Supply Chain Manager di Grup APRIL ini tetap berinisiatif membantu dengan mengumpulkan sejumlah dana.

“Pada tahun 2010, salah satu rekan kerja saya mengalami musibah. Anaknya menderita penyakit yang cukup parah. Lantas saya dan rekan-rekan yang lain berinisiatif untuk mengumpulkan dana, dan dari sanalah Serikat Tolong Menolong Lahir,” ujar Meyli.

Kemudian Meyli mengajukan proposal ke divisi Sumber Daya Manusia (HR) di perusahaanya untuk turut membantu gerakan Serikat Tolong Menolong ini. Perusahaan pun mendukung secara penuh ide Meyli.

Bagi kebanyakan perempuan Indonesia, memilih jalan hidup sebagai seorang wanita karir bukanlah pilihan yang mudah. Terlebih lagi ketika mereka memilih bekerja di lingkungan pabrik yang mayoritasnya dihuni oleh para pria, akan banyak tantangan yang harus dihadapi setiap harinya. Namun hal tersebut tidak membuat Itsna Lathifa menyerah mengejar mimpinya. Ibu dari dua orang anak ini, kini menjabat sebagai Acting Process & Pulp Product QA Area Head di PT Riau Andalan Pulp & Paper (RAPP).

Berbagai tantangan di dunia kerja berhasil Itsna lewati dengan baik. Salah satunya adalah ketika Itsna memulai karirnya di RAPP pada tahun 2005. Ketika pertama kali bergabung dengan RAPP, orang tua Itsna sempat kurang setuju, karena ketika itu Itsna bekerja di shift malam. Setiap pukul 23.00 WIB, Itsna selalu menelpon Ibunya agar tidak mengkhawatirkan keadaannya ketika bekerja di malam hari. Ibunda Itsna kerap kali cemas, dikarenakan yang bekerja shift malam kebanyakan laki-laki.

“Ibu saya cemas karena tidak biasa bagi seorang perempuan bekerja di malam hari. Padahal, di RAPP aman sekali dan fasilitasnya sangat lengkap”, kata Itsna.

The Fascinating World of Forestry (TFWoF) merupakan sebuah sebuah program edukasi interaktif  kehutanan pertama di Indonesia yang ditujukan bagi kalangan pelajar yang bertujuan untuk memperkenalkan generasi muda mengenai kehutanan yang berkelanjutan dan bertanggung jawab melalui berbagai macam kegiatan.

Diinisiasi oleh APRIL, program TFWoF ini diikuti oleh para pelajar SMA dan universitas yang berasal dari Jakarta dan sekitarnya.

Salah satu kegiatan utama program ini adalah school visit dengan berkunjung ke sekolah-sekolah serta mengundang pembicara yang ahli di bidang kehutanan yang berasal dari APRIL. Mereka secara mendalam akan membahas mengenai tantangan yang dihadapi ketika bekerja di dunia forestry sekaligus peserta mendapat pengetahuan mengenai pengelolaan hutan di Indonesia secara berkelanjutan, dan pentingnya kolaborasi dan dengan sistem kemitraan.

Melalui program ini, APRIL juga mengajak para peserta untuk mengikuti kunjungan lapangan selama dua hari satu malam. Kunjungan ini tentunya menarik bagi para peserta TFWoF, karena mereka dapat melihat dan mengetahui secara langsung tentang operasional pabrik pulp dan kertas  yang berada di Provinsi Riau.

 Bagikan  Email  Cetak